У нас вы можете посмотреть бесплатно Ceramah Pakar Kebijakan Pelayanan Publik Seri #2 Dr. Riant Nugroho или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Setelah membahas tema Strategi Inovasi Pelayanan Publik di Era Efisiensi Anggaran dalam kegiatan Ceramah Pakar Kebijakan Pelayanan Publik di seri pertama pada minggu lalu, pada hari ini, Senin (14/4) melalui aplikasi Zoom Meeting kembali diselenggarakan kegiatan serupa dengan tema yang masih relevan dengan efisiensi anggaran, yaitu Strategi Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik di Era Efisiensi Anggaran. Narasumber dalam kegiatan ini juga tak kalah hebatnya, yaitu Dr. Riant Nugroho, seorang senior public policy specialist dan juga merupakan Ketua Umum Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia. Diikuti oleh 500 partisipan yang telah terdaftar sebelumnya, kegiatan yang dimoderatori oleh Pranata Humas Ahli Muda Pusjar SKPP LAN Lany Erinda Ramdhani, S.Sos., MA ini dibuka secara resmi oleh Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufik, DEA. . Banyak inefisiensi anggaran yang terjadi kalau kita menyimak data dari BPKP, dimana kebocoran APBN mencapai 30% terutama pada program-program unggulan pemerintah, seperti halnya pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan seterusnya. Hal tersebut dikatakan Taufik menjadi salah satu pemicu lahirnya Inpres No.1 Tahun 2025 terkait kebijakan untuk melakukan berbagai bentuk efisiensi anggaran mulai dari perjalanan dinas, ATK, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menurut Taufik perlu diambil langkah-langkah untuk menyelamatkan sumber daya yang ada. “Kita harus bisa mensiasati tuntutan-tuntutan kebijakan dalam hal efisiensi ini, dengan membawa perubahan cara kerja yang berujung pada perubahan birokrasi kita. Transformasi digital, saya rasa juga harus lebih diperluas dan diperkuat lagi agar dapat mengorganisir kembali pekerjaan kita” jelas Taufik. Poin penting lainnya juga disampaikan oleh Taufik terkait bagaimana kita bisa disiplin dalam hal anggaran, mengakselerasi cara kerja yang lebih inovatif dan kolaboratif, serta mengakselerasi kompetensi para ASN yang mencakup sikap perilaku dan disiplin dalam anggaran dan menjunjung tinggi inovasi, kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan baru agar terwujud pelayanan publik yang lebih efisien dan lebih baik. Selama ini, Taufik mengatakan bahwa kinerja organisasi hanya didasarkan oleh serapan anggaran, padahal seharusnya kita fokus terhadap bagaimana nilai uang yang dibelanjakan punya dampak nyata bagi masyarakat. . Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, yaitu sesi paparan dan sesi diskusi. Dari 500 partisipan, terlihat banyaknya peserta yang bertanya baik secara langsung maupun melalui slido yang disediakan. Namun dari banyaknya pertanyaan yang masuk, karena keterbatasan waktu akhirnya hanya beberapa pertanyaan yang bisa dijawab dengan luar biasa oleh narasumber. “Tolong hilangkan dari kepala anda bahwa birokrat itu lambat, bodoh, korup. Tidak ada birokrat yang seperti itu. Yang ada hanyalah birokrat yang belum dihebatkan oleh ekosistem, dan tugas kitalah untuk menghebatkannya. Dan saya yakin, Indonesia punya birokrasi yang hebat” tutup Riant sebagai closing statement di akhir sesi. (ler/ler)