У нас вы можете посмотреть бесплатно Gotong Royong Lintas Iman: Cerita di Balik Berdirinya Masjid Ridho Allah di Lembang Bau Toraja или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #perkampungan #kristentoraja #masjid #ridhoallah #bittuang #ustad #toa Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Di tengah perbukitan Dusun Sarong, Lembang Bau, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, berdiri sederhana Masjid Ridho Allah yang menjadi saksi kuatnya solidaritas lintas agama di wilayah tersebut. Masjid yang berdiri sejak 2015 itu dibangun dari hasil patungan enam kepala keluarga (KK) muslim yang saat itu tidak memiliki tempat ibadah tetap. Tanah tempat masjid berdiri pun dibeli secara swadaya oleh para jamaah. Pengurus masjid, Usman Bongga Langi, menceritakan bahwa sebelum masjid berdiri, umat Islam di Lembang Bau telah puluhan tahun tidak memiliki musholla maupun masjid. “Dulu kami tidak punya tempat ibadah. Akhirnya jamaah patungan beli tanah dan mulai membangun. Waktu awal pembangunan, masyarakat Kristen di sini juga ikut membantu. Solidaritas umat beragama di sini sangat kuat,” ujar Usman saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026) pagi. Lanjut ia mengatakan, sebelum mesjid tersebut ada, para jamaah harus menempuh jarak sekira 16 kilometer untuk sholat Jum'at dan Sholat Ied di Mesjid yang berada di Dusun Pali, Kecamatan Bittuang. Dibangun Tanpa Donatur Besar Usman mengungkapkan, proses pembangunan tidak ditopang donatur besar. Bantuan lebih banyak datang dari sumbangan kecil yang dihimpun secara bertahap. Ia menyebut peran seorang penyuluh agama bernama Fatmawati yang saat itu bertugas di Lembang Bau turut membantu dan mendukung pembangunan masjid. “Tidak ada donatur besar. Semua dari sumbangan yang datang sedikit demi sedikit. Alhamdulillah bisa berdiri sampai sekarang,” ucapnya sambil menatap langit. Sebelumnya, Usman merupakan pengurus masjid di Dusun Pali. Namun ia dan muslim lainnya berinisiatif membangun masjid di kampung halamannya karena jumlah umat Islam yang meski hanya enam KK tetap membutuhkan tempat ibadah sendiri. Butuh Dai Tetap dan Fasilitas Dasar Meski telah memiliki kamar dai, dapur, dan toilet, Masjid Ridho Allah belum memiliki dai tetap. Kehadiran dai selama ini hanya ada pada momen tertentu seperti Ramadan. “Kalau ada dai yang tinggal di sini kami sangat bersyukur. Tapi kami juga sadar mungkin belum mampu membiayai sepenuhnya. Kami berharap ada pihak yang bisa membantu menghadirkan dai,” ungkap Usman. Selain itu, masjid juga belum memiliki pengeras suara (toa) untuk mengumandangkan azan seperti masjid pada umumnya. Bangunan Retak dan Minim Air Bersih Dari pantauan Tribun Toraja di lokasi, kondisi bangunan masjid terlihat memprihatinkan. Dinding tampak retak akibat guncangan gempa, cat tembok mulai kusam, dan bagian jendela belakang terlihat lapuk dimakan rayap. Fasilitas air wudhu juga sangat terbatas. Hanya terdapat satu kran air yang digunakan bergantian oleh jamaah laki-laki dan perempuan, sehingga kerap menimbulkan antrean sebelum salat. Bagian toilet pun tampak membutuhkan renovasi karena atapnya mulai rapuh. Pengurus masjid juga berharap adanya bantuan sekitar 700 batang pipa untuk memperlancar pengaliran air ke masjid. Simbol Toleransi di Lembang Bau Di balik segala keterbatasan, Masjid Ridho Allah menjadi simbol toleransi di Lembang Bau. Bantuan masyarakat lintas agama saat awal pembangunan menjadi bukti bahwa kebersamaan tetap terjaga. Kini, harapan pengurus dan jamaah sederhana, yakni perbaikan bangunan, tambahan fasilitas dasar, pengeras suara, saluran air yang memadai, serta kehadiran dai yang dapat membina umat secara berkelanjutan. “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi tempat kami menjaga kebersamaan. Kami berharap ada uluran tangan untuk membantu,” tutup Usman. Reporter: Anastasya Saidong Ridwan Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani