У нас вы можете посмотреть бесплатно KABAR DESA | Pidato Presiden Soal MBG & 5.000 Desa Nelayan: Ekonomi Rakyat Bangkit! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam pidato yang penuh optimisme dan data konkret ini, Presiden memaparkan capaian serta arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Salah satu sorotan utama adalah keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat setiap hari, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia yang hidup sendiri. Menurut Presiden, hingga saat ini telah diproduksi dan didistribusikan 4,5 miliar porsi makanan. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 28 ribu penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan ringan, dengan persentase yang disebut sangat kecil dibanding total distribusi. Presiden menilai capaian ini sebagai prestasi manajemen dan logistik berskala besar yang patut dicatat, bahkan disebut setara dengan memberi makan satu negara setiap hari. Tak hanya soal konsumsi, program ini juga berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Saat ini telah beroperasi lebih dari 23 ribu dapur SPPG dan ditargetkan meningkat hingga lebih dari 30 ribu dapur. Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang, dan secara tidak langsung menggerakkan 5 hingga 10 pemasok di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Pemerintah menyebut lebih dari satu juta tenaga kerja telah terserap, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga 1,5 juta orang. Di sisi lain, Presiden juga mengumumkan program pembangunan desa nelayan secara besar-besaran. Tahun 2026 ditargetkan 1.000 desa nelayan akan dibangun, dan dalam empat tahun ke depan mencapai 5.000 desa nelayan. Setiap desa akan dilengkapi fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, hingga kendaraan distribusi. Pemerintah menegaskan bahwa skema ini bukan bantuan cuma-cuma, melainkan berbasis koperasi dengan pengembalian investasi secara bertahap dalam jangka panjang. Langkah ini diklaim sebagai upaya menghidupkan ekonomi dari bawah serta membuka akses pasar langsung hingga ekspor. Selain itu, Presiden juga menyinggung pembentukan 30 ribu Koperasi Merah Putih yang dilengkapi gudang, fasilitas penyimpanan, layanan farmasi desa, klinik, hingga pembiayaan mikro untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir. Dalam pidato yang dapat disaksikan melalui tautan ini , Presiden menegaskan bahwa arah ekonomi pemerintah bukan ekonomi “handout”, melainkan ekonomi pemberdayaan dan keberlanjutan. Pemerintah mengklaim telah menyiapkan anggaran sejak bertahun-tahun lalu melalui dana desa yang kini diarahkan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat. Apakah strategi ini akan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi di atas target? Bagaimana efektivitas pengelolaan program berskala besar ini dalam jangka panjang? Simak selengkapnya dalam video ini dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. #PidatoPresiden, #MakanBergiziGratis, #DesaNelayan, #EkonomiRakyat, #KoperasiMerahPutih, #PembangunanIndonesia, #LapanganKerja, #DanaDesa, #ProgramPemerintah, #BeritaNasional, #IndonesiaMaju, #KebijakanPublik, #UpdateTerkini