У нас вы можете посмотреть бесплатно Rumahkan Belasan Pekerja, PLTU Sebalang Digeruduk Ratusan Massa или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RILISID TV, Bandar Lampung - Ratusan massa anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, FSPMI Lampung menggeruduk kantor PLN Nusantara Power atau PLTU Sebalang, Lampung Selatan, Selasa 7 Januari 2025. Massa menyampaikan tuntutan agar PLTU Sebalang kembali mempekerjakan 14 karyawan yang dirumahkan setelah pergantian vendor di PLTU tersebut. Pasalnya, ke 14 pekerja itu sudah mengabdi cukup lama di PLTU Sebalang, ada yang sudah 9 tahun, tapi tiba-tiba diberhentikan. Namun aksi unjuk rasa itu akhirnya dimediasi oleh aparat Polres Lampung Selatan, serta menghadirkan personel TNI, Kepala Desa Tarahan, Dinas Tenaga Kerja, DPRD, perwakilan PLTU, perwakilan vendor dan seluruh pekerja yang dirumahkan. Dalam pertemuan itu, FSPMI Lampung menyampaikan tuntutan mereka kepada PLTU Sebalang, namun perwakilan PLTU tidak mau langsung mengabulkan dan berjanji akan memberikan jawaban pada hari Kamis depan. Ketua FSPMI Lampung Erick Meidiartha menjelaskan, duduk perkara tuntutan mereka yaitu, 14 pekerja di PLTU Sebalang yang tidak diterima atau beralih dari PT ISS Indonesia ke PT GWP dan PT MKP. Kemudian ada mutasi sepihak diduga akibat adanya intervensi yang dilakukan oleh oknum pegawai PNP di lingkungan PLTU Sebalang, selain itu pihak PLTU juga tidak menjalankan prinsip ketenagakerjaan serta kearifan lokal untuk mendukung warga sekitar. Setelah mutasi itu, ke 14 pekerja tidak diizinkan lagi bekerja di PLTU Sebalang dan mengakibatkan mereka kehilangan mata pencaharian. Ia menyatakan, semua pekerja itu asli warga Sebalang Desa Tarahan dan sudah bekerja di vendor sebelumnya. Erick pun mengapresiasi langkah Polri yang memediasi para pekerja dengan PLTU Sebalang, sayangnya dari pertemuan ini belum ada hasil. Untuk itu, Erick menegaskan pihaknya akan kembali melakukan aksi jika pada Kamis depan belum ada kejelasan dari pihak PLTU. Menurutnya, dalam pertemuan itu pihak DPRD dan Disnaker Lamsel turut mendorong agar seluruh pekerja yang dirumahkan itu bisa kembali bekerja. Sementara Kepala Desa Tarahan Hairul mengatakan, dari pertemuan hari ini memang belum ada kejelasan, karena pihak PLTU mengaku masih harus berkonsultasi dengan atasannya. Ia menjelaskan, bahwa ia ikut memperjuangkan warganya untuk bisa bekerja lagi. Ia menyebut pihak PLTU berjanji akan memberikan jawaban pada Kamis 9 Januari mendatang, Untuk itu Hairul berkomitmen akan terus bermohon ke PLTU Sebalang, agar bisa mempekerjakan lagi warganya. Sementara saat dikonfirmasi, Wakil Manajer PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Sebalang Agung, tidak mau berkomentar banyak dengan alasan masih dinas. ___________________________________________ Follow Juga Sosial Media Kami Instagram rilislampung klik link / rilislampun. . Facebook Rilis.id TV / rilisidtv Twitter / rilisonline Kunjungi Website RILIS.ID https://rilis.id/ RILISLAMPUNG.ID https://lampung.rilis.id/ Baca berita terkini klik link di bawah ini: https://rilis.id/Index https://lampung.rilis.id/Index ___________________________________________ Info Iklan, promosi dan kerjasama: Chat WhatsApp 082177591156 ___________________________________________