У нас вы можете посмотреть бесплатно #JanganJadiDosen или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Gara-gara kesejahteraan dosen dan guru tak kunjung mendapat perhatian pemerintah belakangan muncul tagar #JanganJadiDosen karena gajinya kecil. Ironis memang. Profesi dosen dan guru dituntut profesional dan mencerdaskan genersi muda. Tugas tersebut tak main-main untuk diemban. Sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat. Dari semua tuntutan fundamental bagi kemajuan bangsa, di sisi lain gaji dosen dan guru sangat kecil. Bahkan ada gaji guru ada yang 110 ribu per bulan. Bayangkan, Tapi pada sisi lain gaji dosen dan guru sangat kecil. Seseorang tak akan bisa jadi presiden atau menteri bahkan ulama jika tanpa peran seorang dosen atau guru sewaktu mereka belajar. Bayangkan tanggung jawab dan dedikasi tenaga pendidik yang tidak sepadan dengan kesejahteraan dan perhatian dari hadirnya Negara. Bahkan terkesan diskriminatif terhadap dosen dan guru mengingat gaji ASN departemen keuangan atau BUMN besar-besar Kenapa pemerintah terkesan tidak menghargai ilmu atau orang berilmu? Padahal gaji dosen atau guru di negara-negara lain justru sangat besar. Di Brunei misalnya gaji dosen terendah Rp 50 juta. Bahkan penghasilan guru ngaji privat mencapai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Sementara di Indonesia gaji dosen muda dengan status "dosen asisten ahli" hanya di kisaran separuh UMR Ibu Kota. Nah, untuk mengetahui hal tersebut simak Podcast BANGSAONLINE yang kali ini menghadirkan nara sumber Dr Eng Fadly Usman, dosen Universitas Brawijaya Malang yang juga Wakil Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Fadly Usman adalah alumnus Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) dan University of Miyazaki Jepang. Selain Dr Fadly Usman, Podcast BANGSAONLINE juga mengundang Dr Hermanto Ja'far, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Selamat menikmati sajian Podcast BANGSAONLINE yang kali ini dipandu M. Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE. Social Media BANGSAONLINE / TV BANGSA -Tiktok - / bangsaonline -IG - / bangsaonline -Facebook - / bangsaonline Jangan lupa like, subscribe dan aktifkan tombol lonceng Podcast BANGSAONLINE #podcast #viral #Bangsaonline #JanganJadiDosen