У нас вы можете посмотреть бесплатно Buka Suara soal Siaga 1, Panglima TNI: Uji Kesiapsiagaan Personel | KOMPAS PETANG или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
JAKARTA, KOMPAS.TV - Panglima TNI, Agus Subiyanto menegaskan pemberlakuan status Siaga 1 bertujuan untuk menguji kesiapan personel di lapangan. Meski begitu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terkait status Siaga 1 bagi seluruh jajaran TNI. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut instruksinya mengenai status Siaga 1 merupakan "hal yang biasa". Ia menambahkan status tersebut adalah bagian dari mekanisme standar untuk memastikan kesiapan personel sekaligus peralatan dalam merespons kondisi bencana maupun situasi lainnya. Namun, saat ditanya apakah penetapan status Siaga 1 berkorelasi dengan perang di kawasan Timur Tengah, Panglima tidak memberikan jawaban. Meski Panglima TNI menyebut status Siaga 1 sebagai hal yang biasa, Mahfud MD justru menilai alasan pemberlakuan status tersebut harus dijelaskan kepada publik agar tidak menimbulkan kekhawatiran. Mahfud juga membandingkan demonstrasi besar pada era Presiden Joko Widodo. Saat itu, menurutnya, pemerintah dan jajarannya tidak sampai menerapkan status Siaga 2 bagi personel TNI. Sebelumnya, polemik penerapan status Siaga 1 oleh Panglima TNI juga dipertanyakan urgensinya oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani. Puan mengaku DPR tengah meminta masukan dari berbagai kalangan untuk menguji apakah penetapan Siaga 1 TNI tidak bertentangan dengan konstitusi. Sebelumnya, pada 1 Maret lalu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 melalui Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Hal itu disebut sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran. Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/656222...