У нас вы можете посмотреть бесплатно Fiqih Wudlu - Part 1 | Fathul Qorib Kyai Nasta'in (01/07/25) :: BACA DESKRIPSI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#fikihwudlu #wudlu #fiqih #fathulqorib #masjiddaarussalaam #griyasekargading Wudlu: Syarat Sah Salat dan Simbol Kesucian dalam Islam Wudlu adalah salah satu bentuk ibadah penting dalam Islam yang menjadi syarat sah salat. Ia bukan sekadar tindakan fisik membersihkan diri, tetapi juga merupakan ibadah spiritual yang mencerminkan kesiapan seorang Muslim dalam menghadap Allah. Dalam praktiknya, wudu memiliki rukun, syarat sah, serta tata cara pelaksanaan yang harus dipahami dan dijalankan dengan benar. Rukun dan Syarat Wudlu Rukun wudu terdiri dari enam hal pokok: 1. Niat. 2. Membasuh wajah. 3. Membasuh kedua tangan hingga siku. 4. Mengusap sebagian kepala. 5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki. 6. Tertib atau berurutan sesuai urutan. Sementara syarat sah wudlu mencakup beberapa hal, seperti: 1. Pelakunya beragama Islam dan sudah baligh. 2. Tidak ada penghalang pada anggota wudu, seperti cat, kotoran, atau luka tertutup. 3. Menggunakan air suci dan menyucikan (air mutlak). 4. Wudu dilakukan dalam waktu yang sesuai, terutama jika terkait dengan salat wajib. Asal-Usul dan Sejarah Wudu Wudlu telah menjadi bagian dari syariat sejak malam Isra Mi’raj, ketika salat pertama kali diwajibkan. Malaikat Jibril mengajarkan wudu kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan sebelum Islam, nabi-nabi terdahulu juga diperintahkan melakukan wudu sebagai bentuk pensucian diri. Dalam Al-Qur'an (QS. Al-Ma’idah: 6), Allah secara eksplisit memerintahkan wudu sebelum salat. Hadis-hadis juga menegaskan bahwa salat tidak akan diterima tanpa wudu, menunjukkan pentingnya kesucian lahir dan batin. Makna Spiritual dan Hikmah Wudu Wudlu bukan hanya untuk membersihkan fisik, tetapi juga sebagai penyucian dari dosa kecil, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis. Bahkan, dianjurkan untuk melakukan dawamul wudu (wudu secara terus-menerus) untuk menjaga kesucian diri sepanjang waktu. Dalam praktiknya, wudu memiliki makna mendalam sebagai bentuk kesiapan spiritual, kedisiplinan, dan ketundukan kepada perintah Allah. Tata Cara Wudlu dan Pentingnya Niat Niat adalah elemen utama dalam wudu. Niat dilakukan dalam hati, bersamaan dengan membasuh wajah pertama kali, dan disunahkan untuk dilafalkan. Niat harus jelas dan sesuai tujuan, seperti salat, thawaf, atau menyentuh mushaf. Niat juga menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. 1. Wudlu harus dilakukan sesuai urutan dan menyeluruh: 2. Membasuh wajah secara menyeluruh, termasuk daerah dahi hingga dagu dan dari telinga ke telinga. 3. Membersihkan tangan hingga siku, termasuk kuku. 4. Mengusap sebagian kepala. 5. Membasuh kaki hingga mata kaki, memperhatikan sela-sela jari dan tumit. Jika ada najis atau halangan seperti cat pada kuku atau krim tebal di kulit, maka wudu menjadi tidak sah, karena air tidak mengenai anggota tubuh secara langsung. Waktu dan Kesahihan Wudlu Wudu tidak sah dilakukan sebelum masuk waktu salat dalam beberapa kondisi tertentu, seperti bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. Oleh karena itu, penting untuk memahami keterkaitan waktu dengan sahnya wudu. Penekanan pada Niat dan Ketelitian Niat dalam wudu menjadi fondasi penting untuk membedakan antara ibadah dan aktivitas biasa. Niat yang benar dilakukan saat awal membasuh wajah, dan harus mencerminkan tujuan ibadah. Pemahaman tentang niat syar’i (hukum) dan niat lughawi (bahasa) penting agar tidak terjadi kesalahan makna saat beribadah. Wudlu dan Ibadah Lainnya Wudu juga merupakan pra-syarat untuk ibadah lainnya seperti: 1. Menyentuh mushaf Al-Qur'an. 2. Melakukan thawaf. 3. Salat jenazah. Meskipun sahur dan wudu tidak berhubungan langsung, keduanya mencerminkan persiapan fisik dan spiritual dalam menjalankan ibadah, terutama di bulan Ramadan. Kesimpulan: Wudu adalah ibadah yang mencerminkan kesucian diri, kesiapan spiritual, dan ketaatan kepada Allah. Memahami rukun, syarat, dan tata cara pelaksanaannya sangat penting agar wudu sah dan ibadah diterima. Melalui wudu, seorang Muslim mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menghadap Rabb-nya dengan penuh kekhusyukan. Ngaji Kitab Fathul Qorib setiap Selasa malam Rabu ba'da maghrib di Masjid Daarussalaam Griya Sekar Gading, Kalisegoro Gunungpati, Kota Semarang. bersama Kyai Ahmad Nasta'in , Pengasuh Pondok Pesantren Al-Manna Sumurrejo Gunungpati, Kota Semarang