У нас вы можете посмотреть бесплатно HAMBA TUHAN YANG MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA [YESAYA 49 : 1-7] 18-01-2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ringkasan Khotbah – Minggu, 18 Januari 2026 “Hamba Tuhan yang Menjadi Terang Bagi Bangsa-Bangsa” Yesaya 49 : 1 - 7 Pada moment akhir dan awal tahun umumnya kita mencoba mengevaluasi perjalanan hidup kita. Di usia saya saat ini, apa yang telah saya perbuat? sebagian dari kita akan flash back tentang studi, pekerjaan, rumahtangga, pelayanan, dll. Sebagian orang ada yang bangga dan puas dengan hasil pencapaian mereka. Namun sebagian orang ada juga yang kemudian merasa hidup mereka gagal, bahkan sepertinya apa yang mereka lakukan adalah sia-sia. Perasaan ini juga sempat dialami oleh “hamba Tuhan” dalam teks Yesaya 49. Ia merasa bahwa apa yang dikerjakannya sia-sia (ayat 4). Namun alih-alih menyesali kegagalannya atas bangsa Israel, Allah memberi fokus pekerjaan yang lebih luas lagi kepada hamba-Nya, yakni menjadi terang atas bangsa-bangsa. Mengapa hamba Tuhan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa? 1.Sebab Allah adalah Sumber dan Pemilik Terang (1-2) Hamba Tuhan dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa bukan secara kebetulan, namun merupakan rencana keselamatan Allah yang universal. Dalam rancangan keselamatan Allah yang universal tersebut Allah memanggil hamba-Nya sejak dari kandungan. Terang itu bukan milik manusia. Menerangi dunia bukan lahir sebagai kehendak manusia, namun merupakan inisiatif dan kedaulatan Allah. 2.Sebab pemulihan Israel saja “terlalu kecil” (5-6) Ayat 6, “Terlalu kecil bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, hanya untuk menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang luput. Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya karya keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.” (TB2). Inilah pernyataan kunci dalam teks Yesaya 49. Allah menyatakan bahwa Keselamatan dari Allah tidak eksklusif; keselamatan Allah melampaui Israel sebagai sebuah bangsa. 3.Sebab Allah menghendaki Keselamatan sampai ke ujung bumi (6) Terang dalam teks ini dipahami sebagai karya keselamatan Allah yang dinyatakan dan dialami oleh umat-Nya. Terang inilah yang Allah ingin berdampak dan dapat dirasakan oleh seluruh ciptaan. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa Allah sangat mengasihi seluruh ciptaanNya. Ia peduli pada semua bangsa, pada semua umat manusia. Tidak ada bangsa yang terlalu jauh untuk dijangkau; tidak ada suku bangsa yang terlalu sulit untuk mendengar Injil Kristus. Kasih Allah tidak dibatasi oleh etnis, oleh jarak, bahkan oleh dosa sekalipun. Bagaimana Hamba Tuhan dapat menjadi Terang bagi Bangsa-Bangsa? 1.Dengan hidup dalam kesadaran akan panggilan Allah (ay. 1) Hamba Tuhan menjadi terang sebab ia menyadari bahwa hidupnya adalah milik Allah. Ia hidup berdasarkan panggilan bukan berdasarkan pada kepentingan dan ambisi pribadi. 2.Dengan menghidupi Firman Allah (ay. 2) Terang dinyatakan melalui: Firman yang diungkapkan dalam kebenaran dan yang dihidupi dengan penuh integritas. 3.Dengan Kesetiaan di tengah kegagalan dan Penolakan (ay. 4 dan 7) Hamba Tuhan tetap menjadi terang ketika: pelayanannya terasa tidak berhasil dan pengorbanannya tidak dihargai. Justru terang Allah bersinar cerah melalui kesetiaan yang bertahan , dan bukan keberhasilan yang instan. Hamba Tuhan menjadi terang bagi bangsa-bangsa bukan dengan menjadi pusat perhatian, tetapi dengan menjadi alat di tangan Allah. Terang itu bukan tentang siapa hamba Tuhannya, melainkan siapa Allah yang bekerja melalui dia. Tuhan Yesus Memberkati. Pdt. Abdi Saragih