У нас вы можете посмотреть бесплатно Webinar Perkebunan Outlook 2026 bertajuk “Melirik Prospek Bisnis Kelapa di Tahun 2026” или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Prospek Bisnis Kelapa di Tahun 2026 Memasuki 2026, bisnis kelapa diproyeksikan sangat cerah seiring meningkatnya permintaan ekspor seperti bioavtur dan coconut latte, serta pertumbuhan pasar domestik berbasis UMKM. Menurut Prof. Ir. Bedy Sudjarmoko, M.Si, Research Professor pada Research Center for Cooperative, Corporation, and People’s Economy – BRIN, peluang ini hadir di tengah tantangan penurunan produksi kelapa dan dorongan kuat program hilirisasi sektor pertanian. Salah satu contoh nyata adalah proyek bioavtur berbasis kelapa hasil kolaborasi Jepang–Indonesia dengan kebutuhan bahan baku mencapai 185.000 ton per tahun. Tren konsumsi coconut milk dan coconut latte yang digemari Generasi Z di Tiongkok membuka peluang pasar yang sangat besar bagi Indonesia. Dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa, China menjadi pusat tren global yang diikuti Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Jepang. Hilirisasi pertanian mampu menciptakan nilai tambah hingga 100 kali lipat dan berkontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Beragam produk turunan kelapa seperti bioavtur, VCO, santan, nata de coco, arang briket, hingga produk kosmetik dan kesehatan menunjukkan luasnya spektrum peluang usaha. Namun, tantangan utama masih berkisar pada keterbatasan infrastruktur pengolahan, akses modal, teknologi yang belum merata, serta rantai distribusi yang panjang. Bagi petani kelapa, peluang tetap terbuka melalui koperasi dan UMKM berbasis desa dengan dukungan kebijakan yang konsisten. Peran riset dan inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kelapa Indonesia di pasar global. Pentingnya adopsi teknologi hasil riset, penguatan kewirausahaan petani, serta hilirisasi yang inklusif bagi petani kecil. Dukungan validasi ilmiah dan pengembangan skala industri yang sesuai standar internasional akan menjadi fondasi utama agar kelapa Indonesia mampu naik kelas secara berkelanjutan. [13:38, 1/26/2026] Lina: Gamal Institute kembali mencatatkan kesuksesan melalui penyelenggaraan Webinar Perkebunan Outlook 2026 “Melirik Prospek Bisnis Kelapa di Tahun 2026” pada Senin, 26 Januari 2026. Webinar ini menghadirkan Prof. Ir. Bedy Sudjarmoko, M.Si, Research Professor pada Research Center for Cooperative, Corporation, and People’s Economy – National Research and Innovation Agency (BRIN), sebagai narasumber.