У нас вы можете посмотреть бесплатно INDUSTRI BERAT MENOPANG KOTA BATAVIA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Halo semua apa kabar? Setelah konten tentang kunjungan langsung ke Kawasan Galangan dan Pabrik Jangkar Batavia maka sekarang kita akan membahas bagaimana sih situasi di kawasan ini sekitar 300 tahun yang lalu? Oleh karena itu konten kali ini menghadirkan beberapa dokumentasi di awal abad ke 18 yang membuat kita menjadi tahu seperti apa suasana saat itu. Baiklah kita mulai, alat jangkar adalah peralatan pada kapal laut yang berfungsi agar kapal tidak berubah posisi saat dia berhenti di tengah laut atau sedang merapat di dermaga. Nah karena memang sangat dibutuhkan oleh kapal maka lokasi pabrik jangkar biasanya disengaja diletakan sangat dekat dengan galangan Batavia. Namun jika diukur jaraknya ke galangan yang di P. Onrust dan P. Kuiper maka jaraknya jadi cukup jauh. Perlu diketahui bahwa di sisi Selatan-nya - pabrik jangkar ini bertetanggaan dengan Pasar Ikan Lama sebelum pindah ke lokasi Pasar Ikan yang sekarang. Sedangkan di muka pabrik jangkar - ada bastion Diamante. Dibanding galangan - pabrik jangkar hadir belakangan di Batavia. Kalau kita meneliti beberapa lukisan yang dibuat 300 tahun lalu maka ciri khas pabrik ini mudah dikenali ya…yakni dengan jejeran jangkar di depan pabrik yang sudah siap pakai atau dikirim. Selain itu ciri khas yang lain adalah hadirnya beberapa cerobong asap pada atap pabrik. Kepulan asap yang keluar dari cerobong itu berasal dari tungku peleburan logam. Perlu diketahui bahwa antara tahun 1834-1952 pabrik ini menjadi gudang barang dan kantor bea cukai. Karena ada spoorbrug atau jembatan kereta maka bangunan pabrik jangkar ini agak terhalang saat dilihat dari Jembatan Kota Intan menghadap ke Utara. Pada tahun 1980’an berdasarkan dokumentasi diketahui bahwa bangunan pabrik sudah begitu mengkhawatirkan. Bangunan di sisi Selatan atapnya sudah rubuh, jendela kayu sudah hilang. Selanjutnya bangunan yang di sisi Selatan inipun kena gusur demi pembuatan jalan tol dalam kota Jakarta pada tahun 1996. Sepuluh tahun kemudian atau tahun 2006 sisa bangunan pabrik jangkar terlihat masih terawat. Namun berdasarkan kunjungan di bulan Mei 2022 - atap bangunan yang di sisi Selatan sudah runtuh. Sayang sekali ya... GALANGAN Nah sekarang kita membahas tentang galangan ya…Timmerwerf atau galangan kapal Batavia dibangun pada tahun 1721 - itu setelah Inggris meninggalkan loji miliknya yang berlokasi di galangan sekarang. Saat itu fungsi galangan ini adalah untuk memperbaiki kapal ukuran kecil hingga medium saja karena harus disesuaikan dengan lebar serta kedalaman alur masuk dari muara Kali Besar yang sekarang lokasinya di Pasar Ikan. Untuk perbaikan kapal-kapal besar itu dilakukan di P. Onrust dan P. Kuiper dengan cara kapal di tidurkan di sekitar pantai P. Onrust yang dangkal. Perbaikan kapal dengan cara ditidurkan adalah untuk memperbaiki kebocoran lambung dengan cara dilapisi dengan laburan aspal panas. Perhatikan ada kepulan asap saat perbaikan kapal - itu berasal dari aspal yang dipanasi dengan kayu bakar. Pada tahun 1810 fasilitas galangan di P. Onrust ini dihancurkan oleh armada Inggris sehingga fasilitas perbaikan kapal layar dialihkan ke Ujung – Surabaya. Ciri khas galangan Batavia yang mudah dikenali dari jarak jauh adalah dengan hadirnya tiang tinggi yang selalu mengibarkan bendera besar. Fungsi tiang ini hingga tahun 1850’an adalah sebagai tempat berdirinya petugas yang akan memberi aba-aba bagi kapal yang akan lewat. Untuk menunjang perkembangan kota Batavia maka pada tahun 1746 di dalam galangan disediakanlah suatu ruangan sebagai kantor pos dan ini merupakan kantor pos pertama di Batavia ya... Di dalam kompleks galangan ada kantor kepala segala urusan yang diletakan di tengah-tengah bangunan di kompleks galangan. Namun pada tahun 1809 seluruh fasilitas galangan ditutup dan seluruh kegiatan reparasi dan pembuatan kapal dipindahkan ke Ujung Surabaya. Segeralah fasilitas galangan ini disewakan ke pengusaha Tionghoa dan pada tahun 1812 dibangunlah selasar yang menjorok ke Kali Besar. Kemudian mulai tahun 1826 hingga 1859 fasilitas galangan ini dipakai sebagai transit penumpang kapal laut. Nah untuk menuju ke kapal besar yang berlabuh di lepas pantai Pasar Ikan dan sebaliknya maka kegiatan embarkasi serta debarkasi dibantu oleh perahu feeder. Dan untuk mempertahankan ketinggian air di sekitar galangan atau muara Kali Besar agar kapal tidak kandas maka dibuatlah kolam transisi di dekat kade Museum Bahari. Ini sudah pernah saya bahas ya pada konten sebelumnya. ini link kontennya • TEKNOLOGI CANAL KUNO DI PASAR IKAN BATAVIA . Dari lukisan tahun 1670 dua bangunan kembar di galangan yang lokasinya sangat dekat dengan syahbandar masih jelas terlihat dan hingga dokumentasi tahun 1946 juga masih eksis. Namun saat pembuatan kali Pakin pada tahun 1980 ke dua bangunan ini dirobohkan. Jadi ke dua bangunan kembar itu lokasinya sekarang ada di atas kali di sisi Jl. Pakin. Sumber : digitalcollections.universiteitleiden.nl;tropenmuseum;e-bay.com;delcampe.net; Adolf Heuken