У нас вы можете посмотреть бесплатно Aksi Brutal di Jalur Wisata Prigi Trenggalek, 4 Preman Mendadak Pukuli Pengguna Jalan Secara Acak или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Polisi menangkap empat pemuda asal Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, setelah mereka melakukan aksi brutal di jalur utama kawasan wisata Prigi. Keempatnya memukuli pengguna jalan secara acak tanpa alasan yang jelas. Aksi yang terjadi dini hari itu membuat warga dan wisatawan resah. Polisi mengidentifikasi para pelaku sebagai Indra Fajar, Susianto, Yogi, dan Rifai. Keempatnya menyerang dua korban berbeda hanya dalam waktu singkat. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menjelaskan bahwa aksi ini muncul spontan tanpa motif rasional. Ia menegaskan bahwa para pelaku tidak sedang mabuk dan tidak memiliki konflik dengan korban. “Mereka melakukan serangan secara acak. Para pelaku hanya ingin mengganggu orang yang melintas tanpa alasan jelas. Tidak ada dendam, tidak ada masalah pribadi, dan mereka juga tidak di bawah pengaruh alkohol,” ujar AKBP Ridwan saat konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Sabtu (8/11/2025). Serang Korban dengan Kayu dan Batu di Tengah Jalan Aksi pertama terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, Jumat (27/6/2025), di simpang tiga Jalan Raya Desa Prigi, jalur utama menuju kawasan wisata pantai. Korban pertama, Ilham Pratama, melintas bersama beberapa temannya. Mereka melihat batang kayu melintang di jalan. Saat Ilham berhenti untuk menyingkirkannya, para pelaku muncul dari pinggir jalan dan langsung menyerang. “Mereka memukul korban menggunakan batang kayu ke arah tubuh dan punggung,” jelas Ridwan. Beberapa menit kemudian, Boniran, warga sekitar, melintas di lokasi yang sama. Ia juga melihat kayu melintang di jalan. Ketika Boniran berusaha memindahkan kayu tersebut, para pelaku melempari gerobaknya dengan batu. Batu itu mengenai bagian depan gerobak, namun tidak melukai Boniran secara serius. Ia kemudian melapor ke Polsek Watulimo. Polisi Dalami Motif Aksi Brutal: Gangguan Psikologis atau Geng Lokal? Polisi menduga aksi ini tidak sekadar penganiayaan biasa. Tim penyidik Polres Trenggalek menyelidiki kemungkinan adanya faktor psikologis, pengaruh geng lokal, atau pelampiasan emosi spontan yang mendorong para pelaku melakukan kekerasan di jalan umum. “Korban dan pelaku sama sekali tidak saling mengenal. Ini bukan tindak balas dendam atau kriminal bermotif ekonomi. Karena itu kami akan mendalami latar belakang aksi mereka yang sebenarnya,” kata Kapolres. Polisi menjerat keempat pelaku dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan jo Pasal 55 KUHPidana. Mereka terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun. AKBP Ridwan mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tindakan mencurigakan di jalan umum, terutama di jalur wisata. “Kami meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor. Kami ingin memastikan jalur wisata tetap aman, karena gangguan sekecil apa pun bisa mencoreng citra daerah dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.(CIA) #PremanKampung #Pengeroyokan #JalurWisata 🚸 Jangan lupa juga ikuti Bioz.TV di : 🌐 Website : www.bioztv.id 🔵 Instagram : / bioz_tv 🔵 Tiktok : / bioz_tv 🔵 Facebook : / bioztv