У нас вы можете посмотреть бесплатно Polisi Selidiki Arisan Viral di Trenggalek, Nama Penyanyi “SG” Terseret Akibat Mempromosikan - bioz или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek aktif mendalami dugaan penggelapan dana arisan “Get Menurun” yang menyeret banyak korban. Dalam proses penyelidikan, polisi menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah influencer hingga penyanyi terkenal berinisial SG yang diduga ikut mempromosikan program arisan tersebut. Hingga pertengahan Januari 2026, Polres Trenggalek mencatat enam laporan masyarakat terkait arisan yang dikelola perempuan berinisial NV. Dari jumlah tersebut, penyidik telah menaikkan tiga laporan ke tahap Laporan Polisi (LP) resmi. Polisi Panggil Pengelola hingga Artis Promotor Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menyatakan bahwa pihaknya kini memasuki tahap awal penyelidikan. Penyidik akan memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat guna mengklarifikasi peristiwa tersebut. “Kami menyelidiki laporan masyarakat untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana. Kami akan memanggil pelapor, saksi, pengelola arisan berinisial NV, serta pihak-pihak yang mempromosikan arisan ini,” tegas AKP Eko, Selasa (15/1/2026). Ia menambahkan, polisi memberi perhatian khusus pada keterlibatan publik figur dalam promosi arisan tersebut. “Influencer maupun artis berinisial SG yang mempromosikan arisan ini akan kami panggil untuk mengetahui peran dan keterlibatan mereka,” jelasnya. Kerugian Korban Ditaksir Tembus Rp1,5 Miliar Kuasa hukum korban, Bambang Purwanto, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang merasa dirugikan terus bertambah. Hingga kini, sedikitnya 10 korban telah memberikan kuasa hukum untuk menempuh jalur pidana. “Rata-rata kerugian korban mencapai Rp80 juta per orang. Kerugian itu berasal dari setoran arisan yang tidak cair serta sistem lelang waktu pencairan,” terang Bambang. Ia memperkirakan NV telah menghimpun dana lebih dari Rp1,5 miliar, dengan sekitar Rp800 juta di antaranya telah jatuh tempo namun tidak dibayarkan kepada peserta. Modus Lelang Berujung Pengelola Menghilang Bambang menjelaskan, NV menjalankan arisan “Get Menurun” dengan sistem lelang untuk menentukan urutan pencairan dana. Persoalan muncul saat giliran peserta menerima pencairan, namun pengelola justru tidak menepati kewajibannya. Alih-alih bertanggung jawab, NV justru menunjukkan sikap tidak kooperatif. Ia disebut kerap melontarkan kata-kata kasar di grup arisan dan memblokir nomor peserta yang menagih hak mereka. “Pengelola memutus komunikasi dan menghilang. Peserta yang menanyakan kejelasan dana justru diblokir. Kondisi ini memicu keresahan dan kemarahan para korban,” ujar Bambang. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Trenggalek terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara menyeluruh siapa saja yang harus bertanggung jawab atas dugaan penggelapan dana arisan yang merugikan warga hingga ratusan juta rupiah tersebut.(CIA) #ArisanViral #DugaanPenipuan #ARtisTrenggalek 🚸 Jangan lupa juga ikuti Bioz.TV di : 🌐 Website : www.bioztv.id 🔵 Instagram : / bioz_tv 🔵 Tiktok : / bioz_tv 🔵 Facebook : / bioztv 🔵 Twitter : https://x.com/bioz_tv