У нас вы можете посмотреть бесплатно WAWANCARA EKSKLUSIF: Smelter di Kepri Justru Moncer saat China-AS Konflik или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - PT Bintan Alumina Indonesia merupakan perusahaan Smelter Grade Alumina di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau. KEK Galang Batang merupakan sentra choke point Selat Malaka, berdekatan dengan Batam Free Trade Zone dan Selat Philip. Lokasi KEK Galang Batang mempunyai akses langsung dengan Selat Malaka dan Laut China Selatan. KEK Galang Batang merupakan role model pengembangan kawasan dan industri yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekspor. Hingga akhir tahun 2021, jumlah investasi yang telah direalisasikan sebesar Rp15,7 triliun dari rencana total investasi sebesar Rp36,25 triliun yang akan direalisasikan sepenuhnya pada 2025. Lokasi strategis ini menjadi keuntungan dalam menciptakan peluang bisnis, sehingga ke depannya KEK Galang Batang diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional melalui hilirisasi bauksit, industri ringan, dan logistik modern yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program hilirisasi industri. Presiden Joko Widodo menetapkan KEK Galang Batammelalui PP Nomor 42 Tahun 2017 pada 11 Oktober 2017. KEK Galang Batang beroperasi pada 8 Desember 2018. Tiga tahun berselang, KEK Galang Batang mulai melakukan ekspor Smelter Grade Alumina (SGA) pada 2 Juli 2021 dengan jumlah ekspor pada tahun 2021 sebanyak 530 ribu ton senilai Rp2,6 triliun. Tahun 2022, PT Bintan Alumina Indonesia melakukan ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA) pada Selasa, 25 Januari 2022. Nilai ekspor perdana pada tahun 2022 mencapai Rp104 Miliar dengan volume 21.001 ton. Peluncuran ekspor perdana langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. PT Bintan Alumina Indonesia menyerap 3500 tenaga kerja, terdiri dari 900 tenaga asal China dan 2.600 pekerja lokal. Dengan target akan menyerap 21 ribu tenaga kerja. Lantas bagaimana perkembangan dan rencana ke depan PT Bintan Alumina Indonesia? Ikuti wawancara eksklusif News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia Santoni.