У нас вы можете посмотреть бесплатно Tetebatu: Desa Wisata di Kaki Rinjani yang Menjadi Primadona Dunia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNLOMBOK.COM - Berlibur ke Pulau Lombok tidak melulu soal wisata pesisir. Di sisi timur pulau ini, tepatnya di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, terdapat desa wisata yang sangat memukau, Tetebatu. Destinasi ini menawarkan suasana akhir pekan yang jauh dari kata membosankan dengan menonjolkan keasrian alam dan kekayaan budaya lokal. Berada tepat di bawah kaki Gunung Rinjani, Tetebatu memiliki udara yang sejuk dan ekosistem yang masih terjaga. Pengunjung dapat menjumpai berbagai satwa unik seperti kera hitam, kera ekor panjang, hingga burung Celepuk Rinjani yang langka. Pemandangan di sini sangat ikonik dengan hamparan persawahan terasering yang menyerupai anak tangga hijau, berlatar belakang kemegahan puncak Rinjani saat langit cerah. Bagi pencinta petualangan, desa ini adalah rumah bagi setidaknya 13 air terjun yang menawan, seperti Air Terjun Ulem-Ulem dan Air Terjun Walet. Menjangkau titik-titik ini memerlukan perjalanan kaki menyusuri perkampungan warga dan pematang sawah, memberikan pengalaman rekreasi yang menyehatkan. Selain itu, kini tersedia fasilitas jalur sepeda gunung dan area perkemahan. Bahkan, Tetebatu telah resmi menjadi salah satu gerbang pendakian menuju Gunung Rinjani. Popularitas Tetebatu sebagai tempat peristirahatan ternyata sudah dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Sejarahnya berawal dari seorang dokter bernama dr. Raden Soedjono yang datang ke sana pada tahun 1920-an untuk misi kesehatan. Terpikat oleh keindahan lokasinya, sang dokter membangun penginapan sederhana yang kini dikenal sebagai Soedjono Hotel. Dari sinilah pariwisata di Tetebatu mulai berkembang melalui cerita mulut ke mulut hingga mendunia. Daya tarik utama Tetebatu bukan hanya pada alamnya, melainkan juga keramahan penduduknya. Wisatawan seringkali betah berlama-lama karena bisa terlibat langsung dalam aktivitas harian warga, mulai dari bertani secara tradisional hingga proses pengolahan kopi lokal. Kelestarian seni budaya Sasak, seperti Gendang Beleq dan tarian tradisional, juga tetap terjaga dengan baik di sini. Keaslian sinergi antara alam dan budaya inilah yang membawa Tetebatu mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi desa wisata dunia 2021. Berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Kota Mataram, akses menuju desa ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Bagi pengguna angkutan umum, perjalanan bisa dimulai dari Terminal Mandalika menuju Pomotong, lalu dilanjutkan dengan ojek lokal. Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Tetebatu: Desa Wisata di Kaki Rinjani yang Menjadi Primadona Dunia, https://lombok.tribunnews.com/travel/.... Program: News Host: AI Editor Video: Septian Ade Samanta Les Uploader: Septian Ade Samanta Les #Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts