У нас вы можете посмотреть бесплатно JAWAB ANCAMAN TRUMP, IRAN KLAIM BISA BIKIN GELAP SELURUH WILAYAH TIMUR TENGAH или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
JAWAB ANCAMAN TRUMP, IRAN KLAIM BISA BIKIN GELAP SELURUH WILAYAH TIMUR TENGAH Ketegangan dalam perang aliansi AS-Israel melawan Iran mencapai titik baru setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Donald Trump. Merespons ancaman Trump yang mengeklaim dapat melumpuhkan kapasitas listrik Iran dalam waktu satu jam, Larijani memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan memicu pemadaman listrik massal di seluruh kawasan Timur Tengah. Sementara itu, dalam sebuah rapat umum di Kentucky, Presiden Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat secara de facto telah menang dalam perang ini. Dia mengeklaim bahwa kini dia hanya perlu menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Menurut dia, militer Iran telah kehilangan angkatan laut, angkatan udara, dan pertahanan antipesawatnya. Berdasarkan data yang dirilis komando pusat AS, pihaknya telah menghantam sekitar 6.000 target di Iran dalam 12 hari terakhir. Selain itu, lebih dari 90 kapal Iran, termasuk 30 kapal pemasang ranjau, juga dilaporkan rusak atau hancur. Trump sesumbar bahwa penghancuran sistem tenaga listrik Iran akan membutuhkan waktu 25 tahun untuk dibangun kembali. Di tengah serangan udara yang masif ini, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pidato pertamanya menyerukan persatuan nasional dan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Korps Garda Revolusi Islam mendukung hal ini dengan menyatakan tidak akan membiarkan satu liter minyak pun melintasi jalur tersebut. Menariknya, Presiden Trump justru melihat lonjakan harga minyak global sebagai keuntungan strategis. Melalui Truth Social, ia menyatakan bahwa sebagai produsen minyak terbesar di dunia, Amerika Serikat meraup keuntungan finansial besar dari kenaikan harga tersebut. Namun, ia menekankan bahwa prioritas utamanya tetaplah menghentikan program nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas dunia. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Prisca Ruri Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : Aljazeera Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru