У нас вы можете посмотреть бесплатно 20260113 Seni dan Budaya: Pembacaan Cerbung "Fajar yang Tertunda" или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Laporan Kegiatan Literasi: Pembacaan Cerbung "Fajar yang Tertunda" 1. Pendahuluan dan Pembukaan Kegiatan literasi pagi ini diawali dengan suasana hangat antara guru dan para siswa dari dua sekolah, yaitu SMP Marga Mulia dan SMP Jatisari. Sebelum memulai sesi, Ibu Ela selaku pembimbing memastikan seluruh siswa telah duduk dengan tertib di kursi masing-masing. Kegiatan dibuka dengan salam dan pemeriksaan kehadiran, di mana beberapa siswa seperti Kaila, Adli, dan Rafi terkonfirmasi hadir menyusul. Tujuan utama kegiatan hari ini adalah melanjutkan pembacaan cerita bersambung (cerbung) berjudul "Fajar yang Tertunda". Selain untuk memahami isi cerita, Ibu Ela menekankan bahwa fokus penilaian kali ini terletak pada ketepatan membaca, artikulasi, dan pengaturan napas. 2. Jalannya Pembacaan Cerita Bagian 1: Gema Senapan di Lembah Sunyi Pembacaan dimulai oleh siswa dari Jatisari. Suryanti membacakan halaman pertama yang menggambarkan ketegangan unit gerilya "Macan Priangan" di Lembah Kiara. Narasi berlanjut pada sosok Iskandar, seorang komandan muda berusia 24 tahun yang memimpin penyergapan konvoi logistik Belanda. Selanjutnya, Kika melanjutkan pembacaan halaman kedua. Dalam bagian ini, suasana berubah menjadi mencekam saat pertempuran pecah. Kika membacakan momen ketika Budi, adik Iskandar, melakukan kesalahan fatal karena terjebak adrenalin, yang hampir mengancam nyawanya sebelum akhirnya diselamatkan oleh Iskandar. Sesi bagian pertama ditutup oleh Air Ramadani yang membacakan halaman ketiga. Bagian ini menonjolkan sisi humanis antara kakak dan adik di tengah perang, di mana Iskandar menenangkan Budi dan mengungkapkan mimpinya untuk membangun jembatan di masa depan, bukan sekadar meledakkannya. Bagian 2: Arsitek Keretakan Memasuki bagian kedua, Rahma membacakan narasi tentang kedatangan Pieter Van Den Hel, seorang diplomat Belanda, di Pelabuhan Tanjung Priok. Rahma mendapatkan apresiasi khusus dari Ibu Ela karena teknik membacanya yang sudah mulai memperhatikan titik koma dan penekanan kata (subteks). Pembacaan terakhir dilakukan oleh Dita dan Febi dari Marga Mulia. Mereka membacakan bagian mengenai strategi politik Belanda untuk memecah belah kekuatan pejuang Indonesia—dengan cara merangkul kaum politisi di meja perundingan namun tetap memukul para pemuda gerilya di hutan. 3. Evaluasi dan Arahan Guru Setelah sesi pembacaan selesai, Ibu Ela memberikan evaluasi mendalam mengenai teknik membaca yang baik. Beberapa poin penting yang disampaikan adalah: Artikulasi dan Penekanan: Membaca bukan sekadar membunyikan tulisan seperti "kereta api" yang terus melaju tanpa henti, melainkan harus ada penjiwaan dan penekanan pada kata-kata kunci. Pengaturan Napas: Siswa diajarkan untuk mengatur napas agar tidak "engap" atau terengah-engah saat menghadapi kalimat yang panjang. Aspek Estetik: Mengingat akan ada praktik mata pelajaran SBK (Seni Budaya dan Keterampilan) berupa teater, kemampuan membaca yang enak didengar dan dilihat menjadi sangat krusial. Konsistensi Literasi: Siswa didorong untuk terus membaca berbagai literatur seperti novel, puisi, dan esai di luar jam sekolah guna melatih konsentrasi dan pemahaman. 4. Penutup Kegiatan diakhiri dengan pesan kepada ketua kelas agar mengingatkan teman-teman yang sering terlambat atau tidak hadir, seperti Badru Imam, agar lebih disiplin mengikuti sesi literasi. Ibu Ela menutup pertemuan dengan harapan adanya progres yang lebih baik dari setiap siswa di masa mendatang.