У нас вы можете посмотреть бесплатно RAPAT PURBAYA BERSAMA KEMENDAGRI DENGAN PARA KEPALA DAERAH SE INDONESIA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Purbaya Tanggapi Polemik Dana Pemda Rp233 Triliun: “Silakan Tanya ke BI” Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai pernyataan sejumlah kepala daerah yang membantah data simpanan pemerintah daerah (pemda) mencapai Rp233 triliun di perbankan. Menurutnya, data tersebut bukan berasal dari Kementerian Keuangan, melainkan dari Bank Indonesia (BI). Karena itu, ia menyarankan agar para kepala daerah yang keberatan langsung menanyakan kebenaran data itu ke BI. “Tanya saja ke BI, itu kan data dari bank-bank mereka juga. Mereka enggak mungkin monitor semua akun satu per satu,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenkeu, Kamis (23/10/2025). Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang digelar Senin (20/10/2025), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan data BI terkait simpanan pemda tersebut. Purbaya pun mengonfirmasi bahwa data serupa sudah pernah ia paparkan, termasuk rincian jenis simpanan — giro, tabungan, dan deposito. Hingga Agustus 2025, total simpanan pemda di bank umum mencapai Rp254,3 triliun, terdiri dari Rp185,9 triliun di giro, Rp8 triliun di tabungan, dan Rp57,5 triliun di deposito. “Ada yang bilang uangnya bukan di deposito tapi di checking account. Checking account itu apa? Giro. Malah bunganya lebih rendah. Nanti pasti akan diperiksa BPK,” tambahnya. Penjelasan Bank Indonesia BI menegaskan, data simpanan kas daerah merupakan hasil laporan rutin dari seluruh kantor bank yang diverifikasi setiap bulan. “Bank menyampaikan data berdasarkan posisi akhir bulan. Bank Indonesia kemudian melakukan verifikasi dan memastikan kelengkapan data,” jelas Ramdan, perwakilan BI, dalam keterangan pers Rabu (22/10/2025). Respons Kepala Daerah Salah satu pejabat yang menanggapi adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyebut bahwa dana milik Pemprov Jabar sebesar Rp2,4 triliun tersimpan di Bank BJB dalam bentuk giro, bukan deposito. “Hari ini uang yang tersedia di Provinsi Jawa Barat dan tersimpan di BJB sebesar Rp2,418 triliun. Uang itu berbentuk giro, bukan deposito,” ujarnya, Selasa (21/10/2025). Namun, data tersebut berbeda dari yang disampaikan Mendagri Tito, yang mencatat simpanan Pemprov Jabar mencapai lebih dari Rp4 triliun hingga akhir September 2025. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mengakui memiliki dana simpanan di bank sebesar Rp14,6 triliun. Kepala BPKD DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, menjelaskan bahwa tingginya saldo kas bukan karena upaya mencari bunga bank, melainkan karena pola belanja yang meningkat pesat pada akhir tahun. “Kami pastikan dana Pemda di bank bukan untuk mencari imbalan bunga. Biasanya pembayaran meningkat tajam di dua bulan terakhir, sehingga Silpa akan turun signifikan pada Desember,” jelasnya.