У нас вы можете посмотреть бесплатно PUTRA JOHN TOBING INGIN LAGU DARAH JUANG DIPERSEMBAHKAN UNTUK BANGSA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
PUTRA JOHN TOBING INGIN LAGU DARAH JUANG DIPERSEMBAHKAN UNTUK BANGSA Pencipta lagu sekaligus aktivis pergerakan Johnsony Maharsak Lumbantobing atau lebih dikenal John Tobing meninggal dunia pada Rabu 25 Februari 2026 malam saat dalam perawatan medis di RSA UGM. Jenazah saat ini masih disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta hingga menjelang prosesi pemakaman yang rencananya digelar pada Sabtu 28 Februari 2026. Kepergian John yang begitu mendadak telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan teman-temannya. Satu di antaranya dirasakan Gopas Kibar Syang Proudy, anak ketiga John Tobing. Gopas menceritakan, sang ayah sebelumnya sudah dirawat selama dua bulan akibat penyakit stroke. Kondisinya sempat membaik hingga diizinkan pulang. Namun pada hari Rabu 25 Februari 2026 kemarin, John mengalami penurunan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia. Gopas mengaku terpukul dengan kepergian sang ayah yang begitu cepat. Namun demikian, dia juga bersyukur telah memiliki sosok ayah seperti John Tobing. Dia memiliki pemikiran besar terhadap perjalanan panjang demokrasi kala itu. Lagu Darah Juang yang diciptakannya juga tetap abadi sampai sekarang. Oleh karena itu, Gopas telah menempatkan John Tobing bukan hanya sebagai ayah, tapi juga sebagai idola. Hal yang dikenang tentang sosok ayahnya menurut Gopas momen ketika keduanya menyayikan lagu kesukaan. John juga turut memberikan pesan-pesan penting kepeda anak-anaknya dalam menjalani hidup. Gopas menambahkan, sang ayah merupakan pribadi yang humble. Dia bahkan sering berbagai cerita dengan ayahnya. Termasuk di momen saat terakhir menjelang kepergiannya, saat John Tobing bertanya kapan bisa sembuh kembali. Namun takdir berkata lain, John Tobing akhirnya menghembuskan napas terakhir. Sepeninggal ayahnya, Gopas berharap lagu Darah Juang ciptaan sang ayah bisa terus berkumandang memberikan perlawanan terhadap ketidakadilan. (*) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Penulis : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Host : Noristera Editor : Afiffudin Uploader : Afiffudin Sumber : Tribun Jogja Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru