У нас вы можете посмотреть бесплатно Gak Ada Etika, Aparat TNI-Polri Ini Paksa Makan Es Jadul Gabus Kakek Setelah Diremas-remas или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Gak Ada Etika, Aparat TNI-Polri Ini Paksa Makan Es Jadul Gabus Kakek Setelah Diremas-remas TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah video yang beredar luas di media sosial sempat menggegerkan warganet. Rekaman itu menampilkan tudingan terhadap seorang pedagang es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang disebut menjual jajanan berbahan spons. Isu tersebut dengan cepat memicu kekhawatiran publik, terutama para orang tua yang cemas akan keamanan jajanan anak-anak. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan kaos bertuliskan “POLISI” di bagian punggungnya menyampaikan dugaan tersebut tepat di depan sang pedagang yang telah lanjut usia. Kamera terus merekam saat jajanan itu diperlihatkan, sementara si penjual hanya terdiam. Kehadiran dua pria berseragam TNI dan Polri dalam video itu pun menambah sorotan publik dan memicu polemik di dunia maya. Menindaklanjuti kehebohan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat segera turun tangan. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan melalui Call Center 110 pada Sabtu, 24 Januari 2026. Laporan itu menyebutkan dugaan bahwa es kue atau es gabus yang dijual mengandung bahan Polyurethane Foam. Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah produk yang dijajakan pedagang tersebut, mulai dari es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses. Hasilnya, jajanan tersebut dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya. Polisi juga menyatakan tidak ditemukan penggunaan bahan spons dalam proses pembuatannya. Karena tidak ada unsur tindak pidana, pedagang bernama Suderajat, 49 tahun, akhirnya dipulangkan ke rumahnya.(*) Editor Video: A. Syahrul Khair Narator: Nur Fajriani Naskah: Nur Fajriani R Sumber: https://www.instagram.com/p/DT-Kb1NET... Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur