У нас вы можете посмотреть бесплатно Kisah Perjalanan Prof. Masnun, Pernah Kerja di Ladang untuk Cari Rumput, Kini Memimpin UIN Mataram или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Garis takdir seseorang memang tidak ada yang tahu, namun kerja keras dan doa orang tua seringkali menjadi kompas yang akurat. Hal inilah yang menggambarkan perjalanan hidup Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram saat ini. Jauh sebelum menyandang gelar profesor dan memimpin salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat, Masnun kecil tumbuh dalam kesederhanaan di pelosok Pulau Lombok. Beliau menggambarkan masa kecilnya layaknya fragmen dalam novel Laskar Pelangi. Etos Kerja "Laskar Pelangi" Kehidupan masa kecil Prof. Masnun jauh dari kemewahan. Sehari-hari, beliau terbiasa dengan ritme hidup masyarakat pedesaan yang keras namun bersahaja. Bekerja di Ladang: Mencari rumput untuk ternak adalah rutinitas wajib. Kehidupan Alam: Mandi di sungai menjadi bagian dari kesehariannya yang membentuk karakter tangguh dan dekat dengan alam. Kemandirian ini terus terbawa hingga ia merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi. Di Kota Pelajar tersebut, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang sangat progresif. Menulis Demi Bertahan Hidup Kemampuan intelektual Prof. Masnun terasah melalui tulisan. Untuk membiayai kuliahnya secara mandiri, beliau aktif menulis opini dan artikel di berbagai media massa. Baginya, menulis bukan sekadar hobi atau aktualisasi diri, melainkan instrumen untuk menyambung hidup dan menyelesaikan studi. Pilihan Hati dan Restu Orang Tua Menariknya, dunia akademisi sebenarnya bukanlah cita-cita awal sang profesor. Jiwa aktivisnya sempat mendorong beliau untuk terjun ke dunia politik. Namun, sebuah persimpangan jalan muncul ketika beliau harus memilih antara ambisi pribadi atau harapan orang tua. (tribun-video.com) Program: Cerita Para Kiai Host: Laelatunniam Editor Video: dharma aji yudhaningrat Uploader: