У нас вы можете посмотреть бесплатно Ekspedisi Taman Nasional Zamrud Mapala Silvagama - Asa di Bumi Siak или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ekosistem gambut sebagai bagian dari ekosistem lahan basah telah mendapat perhatian dunia sejak tahun 1971 di konvensi Ramsar, Iran. Sejak itu pula perhatian Indonesia terhadap ekosistem lahan basah mulai meningkat dengan menjadikan lahan basah sebagai salah satu fokus pengelolaan hutan. Kawasan konservasi sebagai area yang digaungkan menjadi pertahanan ekosistem terakhir, tentunya juga memberikan ruang khusus untuk ekosistem hutan rawa gambut. Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau Pulau Bawah adalah cikal bakal Taman Nasional Zamrud. Danau Pulau Besar/Danau Bawah merupakan salah satu kawasan hutan lahan basah (wetland) yang tergolong eksotis di Indonesia. Kawasan ini diapit oleh dua sungai besar di Provinsi Riau, yaitu Sungai Siak dan Sungai Kampar. Lahannya selalu basah sepanjang tahun sehingga didominasi oleh bahan-bahan yang berkembang dari tumpukan bahan organik, yang lebih dikenal sebagai hutan rawa gambut. Bentuk permukaan lahan yang berbentuk kubah (dome) menciptakan perbedaan ketinggian antara daerah tepi sungai dengan puncak kubah. Hal ini yang menciptakan kemungkinan adanya aliran dari puncak kubah ke pinggiran sungai hingga menciptakan komposisi lahan yang khas dalam menunjang kehidupan ekosistem yang ada di dalam kawasan tersebut. Ekspedisi Taman Nasional Zamrud ini dilakukan pada tanggal 26 November-6 Desember 2017. dengan latar belakang tersebut, tim berkeinginan mengulik keanekaragaman hayati di 4 pulau yang sama sekali belum dieksplorasi oleh pihak manapun, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Selain laporan tentang kekayaan kehatinya, hasil dari ekspedisi ini nantinya akan dikemas dalam sebuah buku perjalanan yang berisi dokumentasi serta data yang didapatkan selama di lapangan.