У нас вы можете посмотреть бесплатно KHOTBAH: EPESUS 1:3-10 (JAMITA PARTANGIANGAN - EPISTEL MINGGU 8 FEBRUARI 2026) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pengantar Khotbah: Sahabat Jalan Kristus. Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur: “Sebenarnya, berkat itu untuk siapa?” Untuk diri kita saja? Untuk keluarga kita? Atau sekadar tanda bahwa hidup kita lebih berhasil dari orang lain? Dalam kehidupan sehari-hari, kata berkat sering kita dengar. Petani berkata, “Puji Tuhan, panennya diberkati.” Pekerja kasar berkata, “Syukur, hari ini masih dapat kerja.” Pengusaha berkata, “Tahun ini usaha diberkati.” Semua itu benar. Tapi sering kali, berkat berhenti di sana—diukur dari hasil, uang, kesehatan, atau keberhasilan. Namun hari ini, Firman Tuhan mengajak kita melihat berkat dari sudut pandang yang jauh lebih dalam. Rasul Paulus dalam Efesus 1:3–10 tidak memulai dengan cerita hidup yang nyaman, tidak juga dengan kesaksian kelimpahan materi. Ia memulai dengan pujian kepada Allah—di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Dari teks ini, kita belajar satu kebenaran besar: kita diberkati bukan untuk menumpuk berkat, tetapi untuk menjadi berkat. Kunjungi video kami lainnya, dan tekan tombol Subscribe untuk mendapatkan update pemberitahuan video terbaru. #PdtWahyuSiregar #jamitapartangiangan #Epistel #sexagesima