У нас вы можете посмотреть бесплатно Cuaca Buruk Awal Februari, Nelayan terseret arts di Perairan Makassar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribunviral Cuaca Buruk Awal Februari, Nelayan terseret arts di Perairan Makassar TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang nelayan bernama Anto (33) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Pantai Indah Bosowa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Saat kejadian, korban bersama satu rekannya sedang memasang jaring ikan di bibir pantai. Namun secara tiba-tiba arus laut menguat dan menghantam keduanya. “Satu korban berhasil diselamatkan, sementara Anto terbawa arus laut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar. Usai menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Babinsa, Damkar langsung melakukan pencarian. Pencarian berlangsung di tengah kondisi cuaca mendung dengan gelomba ng dan arus laut yang cukup deras. Setelah hampir dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka. Tidak ada penanganan medis lanjutan karena korban telah dinyatakan meninggal dunia saat ditemukan. Fadli mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di pesisir, agar lebih berhati-hati. Diharapkan memperhatikan kondisi cuaca serta arus laut sebelum melaut. "Jika gelombang dan arus terpantau kuat, sebaiknya menunda aktivitas demi keselamatan bersama,” imbau Fadli. Sebelumnya diberitakan, adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan pada Dasarian I Februari 2026 atau periode 1–10 Februari masih tergolong tinggi dan perlu diwaspadai. "Prakiraan kami, intensitas hujan meningkat di awal dasarian, khususnya pada tanggal 2 hingga 4 Februari,” kata Nur Asia Utami saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (1/2/2026). Ia menyebut potensi hujan berkisar dari kategori sedang hingga lebat. Berdasarkan standar BMKG, hujan sedang memiliki intensitas 20–50 milimeter per hari dan umumnya berlangsung cukup lama, sehingga berpotensi menimbulkan genangan di wilayah rawan. Sementara itu, hujan lebat dengan intensitas 50–100 milimeter per hari berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. “Wilayah yang berpotensi terdampak terkonsentrasi di Sulsel bagian barat, mulai dari Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, hingga Takalar,” ujarnya. (*) Reporter: Siti Aminah Editor Video: Muhlis Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111