У нас вы можете посмотреть бесплатно Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya || Pengkhotbah 3:1 || Renungan Harian - Rabu, 18 Pebruari 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RENUNGAN HARIAN Rabu, 18 Pebruari 2026 – Pengkhotbah 3:1 “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” “Martingki be do luhutna na tinompa. Martiti be do huhut nasa sangkapsangkap di hasiangan on.” SEGALA SESUATU ADA WAKTU DAN MASANYA Sahabat-ku semua di dalam nama Tuhan Yesus! Ada perbedaan makna antara waktu secara kronos atau kronologis, yaitu detik demi detik dengan waktu sebagai sebuah "kesempatan" atau "musim". Seorang petani, tidak bisa memaksa benih tumbuh dalam semalam hanya karena dia sedang terburu-buru. Ada waktu untuk menanam, dan ada waktu untuk menuai. Jika kita mencoba "menuai" sebelum waktunya, hasilnya mentah. Jika kita telat "menanam", kita akan kehilangan musimnya. Dalam pemahaman makna keduanyalah kita dapat menikmati kehidupan dan mengalami sukacita. Maka kita harus membangun kesadaran akan penerimaan keduanya, karena penerimaan itulah kunci kedamaian hati kita. Sahabatku! lihatlah realita hidup ini: Kegelisahan kita biasanya muncul saat kita mencoba melawan musim hidup kita. Jika saat ini saudara sedang di musim "menunggu", jangan habiskan energi untuk memaksa menerobos. Jika saat ini saudara ada di musim "bekerja keras", jangan terus-menerus mengeluh ingin istirahat. Kedamaian dalam keduanya akan hadir ketika kita semakin menyadari bahwa “segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Dan dalam kedamaian itu kita akan sanggup berkata, "Tuhan, aku tidak tahu mengapa musim ini begitu panjang, tapi aku percaya Engkau pemegang kendalinya." Mari, sahabatku coba ambil waktu sejenak pagi ini merenungkan “di musim apakah sahabatku saat ini? Apakah musim belajar atau bekerja, musim berjuang, musim berduka, atau musim menikmati hasil dengan sukacita? Apapun musim saudara saat ini, berhenti membandingkannya dengan musim orang lain. Sebab membandingkan itu, juga akan menjadi sumber kegelisahan dan ketidak puasan. Dan dalam bhal ini kita perlu melepaskan keinginan untuk mengendalikan keadaan yang berlebihan: Akui bahwa ada hal-hal yang di luar kuasa saudara. Benar, kita semua bisa mengusahakan hal yang terbaik, tapi hasil akhirnya tetap ada di tangan "Sang Pemilik Waktu". Ini akan mengurangi beban stress, kepanikan dan kekuatiran kita secara signifikan. Jangan biarkan kecemasan akan masa depan atau penyesalan masa lalu mencuri "waktu" yang saudara miliki saat ini. Jika ini waktunya bermain dengan anak, bermainlah. Jika waktunya bekerja, bekerjalah dengan integritas. Segala sesuatu ada waktunya dan ada masanya. Nikmati waktu dan masa hari ini dalam kesadaran bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Segala sesuatu yang indah pada waktunya jauh lebih baik daripada sesuatu yang dipaksakan di waktu yang salah. Maka nikmati hari ini dengan sepenuhnya bersandar pada waktu Tuhan, karena itu pasti yang terbaik. Amin! Selamat Beraktivitas! Tuhan Memberkati.