У нас вы можете посмотреть бесплатно Janganlah Salik Tertipu oleh Angan-Angan Kosong (Tipuan Godaan Syaitan) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Janganlah Salik Tertipu oleh Angan-Angan Kosong (Tipuan Godaan Syaitan) #WTQ313 Banyak manusia di dunia ini hidup, namun tidak benar-benar memahami hakikat hidupnya sendiri. Ia mengetahui bahwa dirinya hidup, tetapi tidak mengetahui apa itu hidup, dari mana kehidupan berasal, dan ke mana kehidupan akan kembali. Apabila seseorang tidak memahami hakikat hidup, maka hidupnya tidak jauh berbeda dengan hewan ternak: bernapas, bergerak, mencari makan, dan memenuhi kebutuhan jasmani semata, tanpa kesadaran ruhani dan tujuan ilahiah. Orang yang demikian hanya mengambil manfaat dunia agar dapat bertahan hidup, namun tidak pernah menyelami makna kehidupan yang sesungguhnya. Nafas: Anugerah dan Pintu Kesadaran Ruh Bagi siapa saja yang telah diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT untuk memahami rahasia nafas, maka itu adalah anugerah yang sangat besar dan wajib disyukuri. Karena di balik keluar dan masuknya nafas, terdapat kehidupan (ruh) yang hidup, yang bukan sekadar udara, melainkan tajalli kehidupan. Kehidupan ini merupakan manifestasi dan cerminan Nur Muhammad, yang dalam pandangan tasawuf adalah asal muasal penciptaan seluruh alam semesta. Segala sesuatu hidup karena kehidupan itu, dan kehidupan itu bersumber dari Allah SWT, dengan perantaraan Nur Muhammad ﷺ sebagai cahaya awal penciptaan. Dunia ini fana, namun kehidupan yang sejati berasal dari Yang Maha Hidup. Jalan Salik: Hakikatullah dan Ma‘rifatullah Kita sebagai salik dan penuntut ilmu Hakikatullah wal Ma‘rifatullah hendaknya bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan ini. Tujuannya bukan untuk mencari kelebihan, keistimewaan, atau kedudukan batin, melainkan agar ketika ajal menjemput, hati tidak lagi diliputi rasa takut. Mengapa? Karena salik telah: Mengenal Tuhannya Menyaksikan-Nya secara sirr (rahasia batin) Mengetahui jalan kematian, yaitu jalan pulang menuju Allah SWT Ia telah mengenal: Diri yang hakiki Asal-usul dirinya Hakikat kehidupan dan kematian Sehingga ia telah menempuh jalan mematikan diri sebelum mati, yakni mati secara maknawi: matinya ego, nafsu, keakuan, dan kehendak diri di hadapan kehendak Allah. Pertanyaan untuk Salik 1. Dapatkah Salik memahami makna: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”? Yakni memahami bahwa godaan syaitan tidak selalu datang dalam bentuk maksiat lahir, tetapi sering hadir dalam bentuk angan-angan kosong, bisikan batin, dan rasa puas diri yang menipu. 2. Dapatkah Salik memaknai makna: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”? Yakni merasakan secara batin bahwa tidak ada perlindungan sejati kecuali Allah, dan bahwa setiap tarikan nafas adalah bentuk kepasrahan total kepada-Nya. Penutup Tetaplah berpegang teguh kepada Waliyam Mursyida, para Ulama Waratsatul Anbiya, agar langkah di jalan ruhani tidak tersesat oleh cahaya palsu, rasa palsu, dan klaim batin yang menipu.