У нас вы можете посмотреть бесплатно TRADISI CETHIK GENI, KIRAB GUNUNGAN LUMPIA DULEG DESA GATAK, DELANGGU, KLATEN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tradisi Cethik Geni tahun ini merupakan kali kelima. Ada satu gunungan lumpia duleg yang berisi 4.000 lumpia di Desa Gatak, Delanggu, Klaten. Sementara patung Lembu Suroloyo yang dikirab sepanjang 4,5 meter dan tinggi 2,5 meter. Selain warga dan pelaku usaha lumpia duleg, kirab diikut perwakilan dari empat perguruan silat yakni IKSPI Kera Sakti, Pagar Nusa, PSHT, dan PSHW. Kirab diawali dari pusat kegiatan di Dukuh Lemburejo, Desa Gatak mengelilingi kampung hingga ke jalan raya dan kembali lagi ke lokasi kegiatan. Iring-iringan kirab diberangkatkan Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk melestarikan makanan khas Desa Gatak, Delanggu, Klaten, yakni lumpia duleg yang dikemas dalam tradisi Cethik Geni. Nama tradisi diambil dari awal dimulainya produksi lumpia duleg dengan menyalakan api atau dalam bahasa Jawa cethik geni. Lumpia Duleg merupakan kuliner tradisional khas Desa Gatak terutama Dukuh Lemburejo. Sekarang ada 14 keluarga yang memproduksi kuliner tradisional tersebut. Pelaku usaha lumpia duleg itu sudah memasuki generasi ketiga. Lumpia duleg mirip dengan lumpia Semarang. Hanya, ukuran lumpia duleg lebih kecil. Kulitnya terbuat dari tepung terigu dicampur pati onggok. Isi lumpia duleg yakni tauge. Lumpia itu semakin nikmat dicocol kuah atau juruh dari air gula Jawa dicampur bawang merah dan bawang putih serta sedikit kecap. Lumpia duleg sudah diproduksi warga Dukuh Lemburejo, Desa Gatak, Delanggu, Klaten, sejak 1950-an. Lumpia duleg serta tradisi Cethik Geni mendapatkan HAKI dari Kemenkumham pada tahun 2022. Tahun ini, lumpia duleg didaftarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, merasa terhormat mendapatkan kesempatan untuk menutup rangkaian kegiatan Cethik Geni yang berlangsung selama empat hari. “Harapan ke depan tentu Cethik Geni ini semakin dikenal masyarakat luas kemudian menjadi festival yang kelasnya tidak hanya di kabupaten tetapi bisa nasional. Untuk masukan, kegiatan ini ke depan bisa digelar di lokasi dengan akses yang lebih mudah,” kata Hamenang. #chetikgeni #lumpiaduleg #delanggu