У нас вы можете посмотреть бесплатно Menhan Sjafrie Sebut 10 Pengusaha Kendalikan SDA, Ancaman Kedaulatan Negara или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM - Kekayaan alam Indonesia selama ini hanya dikuasai segelintir pengusaha besar. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 10 orang disebut mengendalikan sumber daya ekonomi nasional melalui perusahaan yang secara administratif tampak legal, namun dalam praktiknya justru merugikan negara. Sjafrie menyampaikan bahwa praktik tersebut menyebabkan kebocoran keuangan negara dalam jumlah sangat besar, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 5.000 triliun lebih. Kebocoran ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat menghadiri Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026). Sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Sjafrie menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas seluruh aktivitas tambang ilegal yang selama ini mengeksploitasi kekayaan alam nasional. Upaya penertiban, termasuk penghentian penyelundupan hasil hutan dan tambang di sejumlah wilayah seperti Maluku, disebut sebagai bagian dari langkah menjaga kedaulatan negara. Ia menilai ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga berasal dari dalam negeri, terutama melalui praktik ekonomi yang merusak dan sarat kepentingan. Oleh karena itu, menjaga kedaulatan tidak hanya mencakup aspek politik dan wilayah, tetapi juga ekonomi. Sjafrie juga menyoroti maraknya penyelundupan timah, sawit, serta hasil tambang lainnya yang terjadi sejak era reformasi. Aktivitas tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap kebocoran anggaran negara yang mencapai sekitar Rp5.770 triliun. Menurutnya, kombinasi antara niat dan kesempatan telah membuka ruang terjadinya kerusakan sistemik. Pemerintah pun bertekad membereskan persoalan tersebut agar negara tidak terus dirugikan oleh praktik ekonomi yang dilandasi keserakahan. Naskah: Wa Ode Nurmin Host: Fiorena Jieretno Editor: Ahmad Faiz Faqih/Angelina Djayakusli (Mhs Magang UNHAS) (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur