У нас вы можете посмотреть бесплатно Insiden 17 Agustus di Trenggalek, Konflik Warisan Berujung Pembakaran Mobil Kades Wonokerto - bioztv или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, sebuah insiden mencekam terjadi di Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, Trenggalek. Seorang warga yang diketahui sebagai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), membakar mobil Daihatsu Ayla milik Kepala Desa Wonokerto, Eko Wardono. Pelaku Sutarmin (45), atau akrab disapa Ketro, juga membakar sepeda motor Suzuki Titan milik Ketua RT 24, Sutaji, pada Minggu malam (17/8/2025). Sebelumnya, Ketro juga sempat membacok kambing milik saudaranya sendiri. Aksi nekat itu bukan tanpa sebab. Ketro mengamuk setelah konflik lama soal tanah warisan dengan saudaranya, Juwari, kembali memanas. Pemicunya sepele, namun berujung fatal. Kapolsek Suruh, AKP Sanusi, menegaskan tindakan Ketro dipicu masalah keluarga yang tidak kunjung selesai. “Pak Juwari ini sebenarnya masih saudara dengan pelaku. Mereka sudah lama berselisih soal tanah warisan,” ujar AKP Sanusi. Awalnya, Ketro menanami lahan dengan tanaman pakan ternak. Kemudian, Juwari membabat tanaman itu. Emosi Ketro pun tersulut, dan ia membacok kambing milik Juwari dengan senjata tajam. Tidak berhenti di situ, saat Ketua RT dan Kepala Desa mencoba menegur, Ketro justru makin tersulut emosi. Ia mengacungkan sabit hingga keduanya lari ketakutan, meninggalkan kendaraan mereka yang terparkir di depan rumah pelaku. “Kesempatan itu Ketro manfaatkan untuk menyulut api dengan daun kelapa kering, hingga mobil dan motor tersebut terbakar hebat,” jelas Sanusi. Potret Buram Penanganan ODGJ di Pedesaan Sanusi mengakui, Ketro memang memiliki riwayat gangguan jiwa. Namun, kondisinya tidak sepenuhnya parah. Sayangnya, upaya pengobatan yang pernah ia jalani tidak berlanjut. “Dulu pernah dibawa ke rumah sakit, juga sempat diberi obat dari puskesmas. Tapi obatnya tidak rutin diminum dan kambuh lagi. Sehari-hari dia tinggal bersama ibunya, bekerja sebagai petani dengan ekonomi yang terbatas,” ungkap Sanusi. Kini, polisi sudah memasang garis polisi di lokasi pembakaran. Sementara itu, keberadaan Ketro yang kabur usai membakar mobil dan motor belum diketahui. Aparat mengimbau masyarakat tetap waspada sekaligus berharap dukungan keluarga untuk membantu proses pencarian.(CIA) #Insiden17Agustus #Kebakaran #MobilKades