У нас вы можете посмотреть бесплатно Viral Video Dapur SPPG Majene Kembalikan Sayur Petani, Pengelola Beri Klarifikasi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebuah video yang menarasikan pengembalian kacang panjang secara sepihak oleh pihak dapur Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi Saleppa, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, viral di media sosial. Video tersebut memicu reaksi warganet karena dianggap merugikan petani. Menanggapi hal tersebut, penyedia menu SPPG Saleppa, Andi Shierly Djubaer, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan narasi pengembalian sepihak tersebut tidak benar dan terdapat kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui pihak penyuplai. Shierly menjelaskan kejadian tersebut bermula pada Selasa (27/1/2026). Ia mengaku telah menghubungi pihak penyuplai, Sarmila, untuk mengganti pesanan kacang panjang dengan kentang. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Shierly, kualitas kacang panjang yang dikirim sebelumnya ditemukan berulat. "Saya sudah konfirmasi ke Ibu Sarmila bahwa menu diganti dari kacang panjang ke kentang. Karena hari sebelumnya, sayur itu berulat. Saya bahkan kirimkan bukti videonya," ujar Shierly, yang juga ASN Pemprov Sulbar, Rabu (28/1/2026). Ia menambahkan sejak awal sudah ada perjanjian antara pihak dapur dan penyuplai terkait standar kualitas bahan makanan. "Kesepakatan kami dari awal, jika sayur busuk atau berulat, maka harus diganti. Itu komitmen kami untuk menjaga kualitas menu," tegasnya. Setelah komunikasi melalui WhatsApp, pihak penyuplai menyetujui penggantian tersebut. Pada Selasa petang, Sarmila datang ke dapur SPPG Saleppa membawa kentang dan mengambil kembali kacang panjang yang sempat diantar, termasuk yang sudah dipotong-potong oleh petugas dapur. Shierly mengungkapkan saat itu Sarmila sempat menangis karena merasa rugi atas biaya operasional yang dikeluarkan suaminya untuk mengambil sayur tersebut. "Saya mengerti kekecewaannya. Saya bilang, 'Ibu jangan menangis, jangan dipermasalahkan. Nanti saya bayar (kerugiannya), kita atur'. Beliau bilang iya, tidak ada masalah," ungkap Shierly. Namun, dua jam setelah komunikasi tersebut, muncul video di media sosial yang menyebutkan pihak SPPG mengembalikan sayur secara sepihak hingga merugikan petani. Shierly mengaku terkejut dan merasa nama baik lembaganya dicemarkan. Pasalnya, video tersebut tidak menggambarkan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. "Kami merasa sangat dirugikan karena ini pencemaran nama baik. Apa yang viral tidak sesuai fakta. Padahal saya sudah bertanggung jawab dan siap mengganti kerugian jika memang ada," tuturnya. Shierly juga mempertanyakan mengapa video tersebut tetap beredar, padahal pihak penyuplai sendiri yang datang menukar barang dan mengambil kembali kacang panjang tersebut. "Kalau memang merasa rugi, kenapa diambil kacangnya? Kenapa ditukar dengan kentang? Kenapa tidak bicara dari awal? Padahal saya sudah bilang siap bayar," pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Saleppa berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di masyarakat.(*) Editor Video: Indra Mahendra Sumber: tribunsulbar.com Naskah & Video: Suandi