У нас вы можете посмотреть бесплатно Hidup Dalam Kasih... || 2 Yohanes 1:5 || Renungan Harian - Selasa, 17 Maret 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RENUNGAN HARIAN Selasa, 17 Maret 2026 – 2 Yohanes 1:5 “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya supaya kita saling mengasihi.” “Na mangido ma ahu nuaeng tu ho, ale inang soripada, ndada songon patik na imbaru na sinurathon tu ho, na di hita sian mulana, i do: Naeng masihaholongan hita.” HIDUP DALAM KASIH DAN KEBENARAN Saudara/i, sahabatku di dalam Tuhan, Jika kita membaca konteks surat ini secara utuh, Yohanes memperingatkan tentang munculnya penyesat-penyesat di tengah jemaat. Untuk menyebutkan persekutuan jemaat, Yohanes memakai kata “anak-anak dan Ibu dalam ayat 1 dan ayat 5, yang merujuk pada semua anggota jemaat pada masa gereja mula-mula. Pada waktu itu orang percaya sangat dikenal dengan keramahtamahan kepada semua orang, termasuk kepada para pengajar keliling. Keramahan itu akan berpotensi terbukanya pintu bagi pengajar sesat untuk merusak kemurnian ajaran Kristus. Jika semua pengajar diterima tanpa seleksi, akhirnya ajaran sesat bisa masuk ke dalam jemaat. Maka Yohanes menekankan dua hal yang harus berjalan bersama, yaitu Kasih dan Kebenaran. Nas kita ini berbicara tentang perintah untuk saling mengasihi, dan Yohanes berkata hal itu bukan perintah baru, tetapi perintah yang telah ada dari mulanya.” Artinya Yohanes tidak membawa doktrin baru ia hanya mengembalikan jemaat kepada ajaran Yesus yang asli, yaitu perintah untuk saling mengasihi. Sahabatku semua. Kita pun diingatkan saat ini tentang kasih yang murni yang harus kita hidupi. Kemurnian ajaran kasih itu harus dibagikan dan diterima dalam kebenaran. Hal ini menjadi penting kita renungkan karena pertama Kasih tanpa kebenaran bisa menjadi kompromi. Saat ini, sering muncul pemahaman bahwa mengasihi berarti menerima semua hal tanpa batas. Kadang orang berkata, “Kalau kita mengasihi, kita tidak boleh menegur atau menolak sesuatu.” Tetapi Firman Tuhan mengajarkan: bahwa kasih yang sejati tidak membiarkan orang hidup dalam kesalahan. Kasih yang benar justru berani mengatakan yang benar demi kebaikan orang lain. Kedua Kebenaran tanpa kasih bisa menjadi kekerasan. Di pihal lain ada juga orang yang sangat menekankan kebenaran, tetapi menyampaikannya tanpa kasih. Akibatnya, kebenaran yang seharusnya membawa hidup justru terasa seperti penghakiman dan meninggalkan luka bagi orang lain. Padahal teladan Yesus menunjukkan bahwa kebenaran selalu disampaikan dengan hati yang penuh kasih dan belas kasihan. Mari sahabatku nyatakan kasih dalam kebenaran, dan nyatakan kebenaran itu dalam kasih. Amin! Selamat beraktivitas! Tuhan Memberkati!