У нас вы можете посмотреть бесплатно Jaga Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Pemkab Kediri Pastikan Ketersediaan Pupuk Bagi Petani или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kediri — Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor yang telah mendukung program ketahanan pangan. Kabupaten Kediri, menurut dia, telah berhasil meraih juara nasional ketahanan pangan tahun 2025. “Tentunya prestasi ini juga tidak terlepas dari semangat dan kerja keras dari para petani,” katanya dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dilaksanakan di Desa Sambiresik Kecamatan Gampengrejo, Rabu (7/1/2026). Sukadi menjelaskan alokasi pupuk tahun 2026 di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sekitar 9 ton dibanding tahun sebelumnya, dengan tingkat pemenuhan di atas 90 persen sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pihaknya pun memastikan pupuk sudah dapat ditebus petani mulai awal Januari 2026. Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong program strategis nasional seperti bongkar ratoon dan perluasan areal tanam tebu. Kabupaten Kediri bahkan tercatat sebagai daerah dengan luasan bongkar ratoon terbesar se-Indonesia pada tahun 2025, mencapai 120 hektare, dengan dukungan bantuan benih dan biaya tenaga kerja. “Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor gula dan benar-benar mandiri pangan,” ungkapnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sambiresik tersebut merupakan bagian dari agenda nasional panen raya yang dilaksanakan serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai simbol keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam di wilayah Kabupaten Kediri, perwakilan Kodim 0809, Polres Kediri, Bulog Kabupaten Kediri, PLN Kediri, OPD terkait, serta petani dari wilayah sekitar. Kegiatan tersebut, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan pola tanam yang baik, pemupukan tepat, serta penggunaan teknologi pertanian modern. Kepala Bulog Kabupaten Kediri, Harisun dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga harga gabah petani agar tetap stabil dan menguntungkan. “Pemerintah hadir langsung membeli gabah petani dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram. Petani tidak perlu khawatir harga jatuh saat panen raya,” ucapnya. Pihak Bulog mengimbau petani untuk menjual gabah sesuai standar kualitas dan waktu panen yang tepat supaya hasilnya maksimal. Program pembelian gabah oleh Bulog ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan beras nasional.