У нас вы можете посмотреть бесплатно Rajin Belajar Dhamma Tapi Masih Emosian? Mungkin Ini Penyebabnya! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernahkah Anda merasa sudah banyak belajar Dhamma, ikut meditasi, dan baca kitab suci, tapi batin masih mudah marah dan gelisah? Kisah dari Sutta Pitaka ini akan menjadi "cermin jujur" bagi kita semua di zaman modern. Dalam video ini, kita akan menyelami kisah dua orang Bhikkhu sahabat lama yang memiliki jalan hidup berbeda. Yang satu sangat terpelajar dan ahli dalam mengajar ratusan murid, sementara yang lain memilih menyepi untuk mempraktikkan ajaran hingga mencapai pencerahan. Pertemuan mereka mengungkap sebuah rahasia besar: Mengapa Sang Buddha justru memberikan pujian kepada yang "sedikit bicara" namun "banyak praktik"? Kita akan mempelajari perumpamaan "Gembala Sapi" yang sangat menyentuh—apakah kita selama ini hanya sibuk menghitung "sapi" milik orang lain (teori), atau sudah benar-benar menikmati "hasil susunya" (manfaat nyata di batin)? [Poin Utama Video] Perbedaan antara menjadi "Ganthika" (terpelajar) dan "Vipassaka" (praktisi). Mengapa pengetahuan Dhamma tidak otomatis mengubah karakter. Cara mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan nyata dalam sila, samadhi, dan panna. Penjelasan syair Sang Buddha mengenai manfaat kehidupan suci. Menurut Anda, mana yang lebih sulit: memahami Dhamma atau mempraktikkannya? Ceritakan pengalaman atau tantangan terbesar Anda dalam mempraktikkan ajaran di kolom komentar.