У нас вы можете посмотреть бесплатно Kesaksian Warga Bongkar Kronologi Brutal Pembacokan Kades di Trenggalek & Pembakaran Mobil - bioztv или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, Trenggalek, masih dikejutkan dengan aksi brutal seorang pria bernama Sutarmin alias Ketro (45). Ia membacok kambing milik saudaranya sendiri, lalu berujung pada insiden pembacokan Kepala Desa Wonokerto, Eko Wardono, serta pembakaran mobilnya. Peristiwa ini membuka tabir konflik warisan yang sudah lama terpendam di desa tersebut. Ketua RT 24 Desa Wonokerto, Sutaji, yang menjadi saksi langsung di lokasi, menuturkan bahwa keributan bermula ketika Ketro membacok kambing milik Juwari, saudaranya sendiri. Aksi itu memicu laporan warga kepadanya. “Awalnya saya didatangi warga yang mengadu kalau kambing milik Pak Juwari dibacok pelaku. Saya langsung ke lokasi, lalu menghubungi perangkat desa hingga akhirnya Pak Kepala Desa juga datang,” ungkap Sutaji, Senin (18/8/2025). Namun, situasi semakin mencekam. Dari dalam rumah, Ketro tiba-tiba keluar sambil membawa sabit. Ia menyerang warga yang ada di lokasi, termasuk kepala desa. “Bapak Kepala Desa sempat kena sabetan, tapi tidak mempan karena beliau pakai jaket. Kami semua lari menyelamatkan diri,” jelas Sutaji. Tidak berhenti di situ, Ketro kemudian mengamuk dan mengambil linggis besi. Ia merusak mobil Daihatsu Ayla bernopol D 1263 YBN milik Kades Eko Wardono, lalu membakarnya dengan daun kelapa kering. Setelah melakukan aksinya, Ketro melarikan diri ke arah hutan dan hingga kini belum ditemukan. Konflik Warisan Jadi Pemicu Utama Kapolsek Suruh, AKP Sanusi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa Ketro merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, amukan pelaku bukan tanpa sebab. Konflik lama soal sengketa tanah warisan diyakini menjadi pemicu utama. “Pak Juwari dan Ketro ini sebenarnya masih saudara. Mereka berebut lahan warisan yang tidak ada titik temu. Ketro menanami lahan itu dengan ramban atau pakan ternak, tapi oleh Juwari diambil. Dari situ Ketro melampiaskannya dengan membacok kambing,” terang Sanusi. Sanusi menambahkan, meski disebut ODGJ, sehari-hari Ketro dikenal cukup normal oleh warga. Ia bekerja sebagai petani dan hanya tinggal bersama ibunya dengan kondisi ekonomi terbatas. “Dulu sempat kerja ke Malaysia, tapi sejak muncul gejala sakit, dia tidak bisa berangkat lagi. Pelaku juga pernah berobat, diberi obat dari puskesmas, tapi tidak diminum,” tandas Sanusi.(CIA) #AmukWarga #PembakaranMobil #Warisan