У нас вы можете посмотреть бесплатно Ngabuburit Unik di Trenggalek Sensasi Petik Melon Premium di Greenhouse, Manisnya Tembus 15 Brix или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Menjelang waktu berbuka puasa, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, menghadirkan suasana ngabuburit yang berbeda. Tidak sedikit keluarga dan pasangan muda mendatangi greenhouse untuk memetik langsung melon premium dari batangnya, alih-alih sekadar berburu takjil di pinggir jalan. Warga Trenggalek kini menjadikan aktivitas ini sebagai tren baru untuk mengisi waktu menunggu azan Magrib. Di balik kebun wisata tersebut, petani muda kreatif Ubai Mustakhim mengelola budidaya melon berkualitas tinggi dan menjaga standar rasa di atas melon pasaran. Rahasia Manis di Atas Rata-Rata Ubai menanam tiga varietas unggulan, yakni Petra Fani (kuning), Jeblus atau Hami (hijau), dan Sani (putih). Ia merawat setiap varietas dengan teknik khusus sehingga menghasilkan tekstur beragam, mulai dari renyah hingga lembut. Ubai juga menjaga kualitas rasa dengan disiplin. Ia memastikan kadar kemanisan melon mencapai standar tinggi sebelum memanennya. Jika melon pasar rata-rata berada di angka 9 hingga 11 persen Brix, melon kebunnya konsisten mencapai 15 persen Brix. “Saya memegang komitmen kuat untuk tidak memanen buah jika kadar manisnya belum mencapai minimal 14 persen Brix. Kalau belum sampai, saya pilih menunda panen sampai satu minggu agar pembeli tidak kecewa,” tegas Ubai saat ditemui di kebunnya. Edukasi Sambil Menunggu Berbuka Selama Ramadan, pengunjung memadati greenhouse Ubai setiap sore. Mereka berkeliling kebun, menyentuh buah yang masih menggantung, lalu memilih melon terbaik untuk dibawa pulang. Ubai mematok harga Rp25.000 per kilogram untuk melon premium tersebut. Pelanggan seperti Tamara Anisa Zain rutin datang bersama keluarganya. Ia mengaku merasakan perbedaan kualitas sejak pertama kali membeli. “Saya sudah enam bulan rutin membeli melon di sini. Rasanya sangat beda, lebih segar. Yang paling penting, saya yakin ini manis alami tanpa tambahan pemanis buatan karena kita petik langsung dari batangnya,” ungkap Tamara. Dari Kebun Jadi Destinasi Agro Melon dengan kandungan air tinggi dan rasa manis kuat menjadi pilihan favorit warga selama Ramadan. Banyak keluarga menyajikan buah ini sebagai menu berbuka atau hantaran Lebaran. Ubai awalnya hanya ingin fokus meningkatkan kualitas panen. Namun, konsistensinya menjaga mutu justru menarik minat masyarakat dan mengubah kebunnya menjadi destinasi wisata agro baru di Trenggalek. Ia membangun hubungan langsung antara petani dan konsumen melalui pengalaman memetik sendiri buah segar. Kini, kebun melon di Desa Parakan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual-beli, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan, edukasi, dan gaya hidup sehat di tengah keberkahan Ramadan.(CIA) #MelonPremium #greenhouse #Trenggalek 🚸 Jangan lupa juga ikuti Bioz.TV di : 🌐 Website : www.bioztv.id 🔵 Instagram : / bioz_tv 🔵 Tiktok : / bioz_tv 🔵 Facebook : / bioztv 🔵 Twitter : https://x.com/bioz_tv