У нас вы можете посмотреть бесплатно Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Dipenjara - Syaikh Shalih Al-Utsaimin или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Dipenjara - Syaikh Shalih Al-Utsaimin Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah – raḥimahullāh (semoga Allah merahmatinya) – dipenjara tujuh kali sebagaimana disebutkan oleh beberapa sumber, dengan jangka waktu yang berbeda-beda, dan di tempat yang berbeda-beda. Beliau dipenjara di Mesir, di Kairo, kemudian dipindahkan ke Iskandariyah. Beliau juga dipenjara di Benteng (Al-Qal'ah) Damaskus berulang kali hingga beliau wafat saat berada di penjara. Kami tidak dapat menentukan secara pasti total durasi yang beliau habiskan di penjara dalam semua kali penahanannya, namun—jika dijumlahkan—jumlahnya mencapai beberapa tahun. Untuk mengetahui perincian, tanggal, dan sebab-sebabnya, Anda dapat merujuk pada pendahuluan Syekh/ Bakr Abu Zaid dalam kitab Al-Jāmi' li Sīrah Syaykh al-Islām (Kumpulan Sirah Syekhul Islam), karena beliau mengulasnya secara mendalam. Anda juga bisa merujuk pada kitab Al-Bidāyah wa an-Nihāyah karya Ibnu Katsir. Adapun Ibnu Al-Qayyim: Meskipun beliau, seperti gurunya Ibnu Taimiyyah, menghadapi banyak cobaan, sumber-sumber yang kami teliti tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa beliau dipenjara kecuali satu kali. Ibnu Rajab berkata tentang beliau: "Beliau telah diuji dan disakiti berkali-kali, dan dipenjara bersama Syekh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyyah) di Benteng (Al-Qal'ah) pada penahanan terakhir, namun terpisah darinya, dan beliau tidak dibebaskan kecuali setelah kematian Syekh (Ibnu Taimiyyah)." Dan Adz-Dzahabi berkata tentang beliau: "Beliau telah dipenjara selama beberapa waktu dan disakiti karena penolakannya terhadap syaddur raḥl (sengaja bepergian jauh) ke kuburan Al-Khalīl (Nabi Ibrahim)." Baca selengkapnya: https://www.islamweb.net/ar/fatwa/317... . ------------------------------ . 🌏 Web : https://www.arofta.id 🖥 Youtube : / aroftatv . 📱 Instagram : / aroftatv . 🌐 Telegram : https://t.me/aroftatv 📱 Threads : https://www.threads.net/@aroftatv 💻 Facebook : / aroftatv . 📱 Tiktok : / aroftatv