У нас вы можете посмотреть бесплатно DARI LUKA BENCANA MENUJU HARAPAN BARUSYUKURAN NATAL OIKUMENE SIRANDORUNG 2025 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kesederhanaan tak menghalangi makna. Di tengah jejak duka bencana alam, semangat kebersamaan justru menemukan jalannya. Inilah yang tergambar dalam Syukuran Natal Oikumene 2025 dan Tahun Baru 2026 keluarga besar ASN dan non-ASN Pemerintah Kecamatan Sirandorung. Kegiatan ini digelar Rabu, 21 Januari 2026, di Aula Kantor Camat Sirandorung, Jalan SM Raja, Kelurahan Bajamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Meski berlangsung sederhana dan dilaksanakan di awal tahun, perayaan ini menjadi ruang pembaruan iman, solidaritas, dan persaudaraan. Ketua Panitia, Jhontri Tumanggor, menjelaskan bahwa perayaan Natal Oikumene sejatinya direncanakan pada 17 Desember 2025. Namun, bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 membuat panitia sepakat menundanya. Dari keputusan itulah lahir syukuran Natal dan Tahun Baru yang digelar hari ini. Syukuran ini mengusung tema “Mengejar Sesuatu yang Lebih Baik” sebagaimana tertuang dalam Filipi pasal 3 ayat 13 hingga 14. Sejumlah pendeta dan tokoh hadir, di antaranya Pdt Hendra Parapat MThP, Pdt Edison Panjaitan MTh, Pdt R boru Purba STh, hingga jajaran Forkopimcam, kepala desa, lurah, kepala sekolah, serta aparatur se-Kecamatan Sirandorung. Pengurus BKAG Sirandorung, Pdt Ade Murpi Sitinjak, mengajak seluruh jemaat untuk tetap bersyukur. Meski perayaan dilakukan sederhana dan di bulan Januari, kesehatan dan perlindungan Tuhan menjadi anugerah terbesar. Dalam arahannya, Camat Sirandorung Panuturi Simatupang mengapresiasi kehadiran seluruh undangan. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antar unsur pemerintahan demi menciptakan suasana harmonis, sejalan dengan semangat Tapanuli Tengah Bangkit, Adil Untuk Semua, Tapteng Naik Kelas. Sementara itu, dalam khotbahnya, Pdt Hendra Parapat menyoroti krisis ekologi yang berakar dari krisis moral manusia, yang berdampak pada bencana banjir dan longsor di berbagai daerah, termasuk Tapanuli Tengah. Melalui perayaan ini, harapan baru disemai. Masyarakat diajak bangkit, belajar dari masa lalu, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan bersama-sama melangkah menuju kehidupan yang lebih baik di tahun 2026. Tim Liputan Monalisa TV, Syarfuddin Simatupang, melaporkan dari Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.