У нас вы можете посмотреть бесплатно Haris Azhar Singgung Program Unggulan Prabowo MBG di UGM, Anggaran Jumbo Dinilai Perlu Dikaji Ulang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pembela hak asasi manusia, Haris Azhar, menyoroti pentingnya proses konsultasi publik dalam perumusan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikannya saat menghadiri Ramadhan Public Lecture di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema “Kondisi Hukum Indonesia: Sebuah Laporan tentang Keadilan”. Dalam pemaparannya, Haris mempertanyakan apakah telah ada proses konsultasi kepada masyarakat terkait program MBG. Ia menilai terdapat asumsi bahwa publik otomatis menyetujui program tersebut karena dipromosikan saat masa pemilu. “Apa proses konsultasi kepada warga dalam soal MBG? Anda semua istilahnya taken for granted, diasumsikan karena Prabowo menang dan dia yang mempromosikan soal MBG ketika pemilu. Jadi memilih dia diasumsikan itu kita setuju,” ujarnya. Haris menyatakan bahwa masyarakat pada prinsipnya mendukung anak-anak sekolah mendapatkan makanan gratis. Namun, ia menilai tetap perlu ruang diskusi mengenai efektivitas penggunaan anggaran yang besar untuk program tersebut. “Kita senang anak-anak sekolah dikasih makan gratis, tapi kita masih bertanya-tanya. Dengan duit sebesar itu, kenapa enggak dipakai buat memberdayakan ekonomi orang tuanya?” katanya. Ia juga mempertanyakan apakah anggaran yang besar masih memungkinkan untuk dialokasikan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, catatan kritis semacam itu seharusnya dapat muncul dalam proses perumusan kebijakan. Haris menambahkan, kebutuhan tiap daerah dan kelompok masyarakat berbeda sehingga kebijakan tidak bisa diterapkan secara seragam. “Barangkali ada tempat yang lebih membutuhkan. Barangkali ada kelompok orang yang lebih membutuhkan. Sampai di situ saya ingin secara subjektif mengatakan bahwa setiap situasi, setiap orang, setiap kelompok perlu ada treatment tersendiri, tidak bisa dipukul rata,” tuturnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi akademik yang membahas kondisi hukum dan keadilan di Indonesia. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu Like fanspage --------- / tribunbengkulu