У нас вы можете посмотреть бесплатно Soal Penyegelan Lokasi Tambang Emas di Prabu, Kades: Warga Sudah Kuasai Lahan Sejak 1980 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Warga Desa Prabu, Lombok Tengah melakukan pencabutan dua plang yang dipasang oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB. Sebelumnya pemasangan plang di kawasan itu atas dasar dugaan adanya okasi tambang emasailegal. Sementara plang spanduk sendiri bertuliskan: "Kementerian kehutanan Republik Indonesia. Dilarang melakukan kegiatan tanpa izin yang sah dalam kawasan hutan berdasarkan uu nomor 41 tahun 1999 jo uu nomor 18 tahun 2013 jo uu nomor 6 tahun 2023. Area ini dalam pengawasan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan”. Dalam video yang viral di tiktok, warga Desa Prabu beramai-ramai merobohkan plang tersebut yang tampak dipasang di atas perbukitan dekat tambang di Taman Wisata Alam (TWA) Prabu. Usai roboh, warga kemudian melempar batu ke plang spanduk hingga akhirnya terkoyak. "Kami atas nama masyarakat desa dan pemerintah Desa Prabu menolak keras pemasangan plang yang dilakukan oleh BKSDA di Gunung Prabu karena ini adalah hak kami, lahan nenek moyang kami," ungkap warga secara beramai-ramai. Kepala Desa Prabu, Muriadi, menyampaikan, pencabutan plang karena masyarakat menganggap bahwa Prabu akan diambil oleh BKSDA. Sementara BKSDA sendiri memasang plang dengan maksud untuk membantah tudingan di media sosial terkait adanya berita tambang ilegal dekat sirkuit Mandalika yang menghasilkan 3 kg emas per hari. "Sehingga BKSDA memasang plang. Plangnya bahasanya umum, bahwa tak boleh ada aktivitas di kawasan BKSDA yang kemudian dituntut oleh masyarakat. Kita sebenarnya juga tidak menyalahkan masyarakat karena sebenarnya mereka tidak tahu," jelas Muriadi saat ditemui Tribun Lombok dikediamannya, Minggu (2/10/2025). Pihaknya sudah menjelaskan kepada masyarakat namun karena masyarakat banyak sehingga penerimaan mereka berbeda-beda. Pada akhirnya kemudian masyarakat mencabut sendiri plang tersebut. Disampaikan Muriadi, pemasangan plang awalnya dilakukan di bekas tambang yang sudah dilakukan penutupan sejak tahun 2018 dan tak pernah dibuka kembali. Kades Sebut Masyarakat Sudah Kuasai Lahan Sejak 1980 Muriadi menduga, ada kesalahpahaman antara masyarakat dengan BKSDA sehingga merasa lahan Gunung Prabu akan dikuasai oleh pemerintah. "Yang memang benar memang bahwa kawasan Gunung Prabu yang saat ini yang dianggap oleh BKSDA adalah miliknya sejak tahun 1980-an, itu sudah dikuasai oleh masyarakat. Masyarakat kami yang punya. Bukti-bukti ada, sppt ada, lengkap semua," terang Muriadi. Muriadi mengaku memang pemasangan plang berada di lahan BKSDA namun masyarakat sejak tahun 1980-an sudah menguasai lahan tersebut. Selain surat-surat, Muriadi menyebut masyarakat Gunung Prabu sudah menanam pohon produktif seperti Jambu Mete dan sebagainya. Dijelaskan Muriadi, saat ini belum ada komunikasi antara BKSDA dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Menurutnya, pihak BKSDA sempat meminta kepada pemerintah Desa supaya plang jangan dicabut dahulu, diperbolehkan dicabut ketika seminggu pemasangan. "Tapi yang namanya masyarakat, kan tahu masyarakat. Orang banyak (sulit diatur)," demikian Muriadi. (*) Sumber: Tribun Lombok Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Soal Penyegelan Lokasi Tambang Emas di Prabu, Kades: Warga Sudah Kuasai Lahan Sejak 1980, https://lombok.tribunnews.com/ntb/955.... Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid Program: News Host: AI Editor Video: Septian Ade Samanta Les Uploader: Septian Ade Samanta Les #Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts