У нас вы можете посмотреть бесплатно Pengasuhan Anak oleh Pihak Lain Tidak Jadi Masalah, Orang Tua Hanya Perlu Rancang Strategi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM Pertanyaan: Tadi sempat disinggung bahwa anak itu tidak selalu diasuh oleh orang tuanya. Kadang juga diasuh oleh mungkin kita nyebutnya "mbak" atau mungkin kakek dan neneknya. Hal seperti ini sebenarnya bagaimana dalam pandangan Anda? Jawaban: An Naafi Hayyunisa, S.PSi., M.Psi., Psikolog Psikolog Klinis Anak Sebenarnya itu kembali lagi ke kondisi keluarga masing-masing. Jadi memang kadang ada yang nge-judge, "anak, kok tidak dipegang sendiri". Ada yang mengkotak-kotakkan antara working mom dan ibu rumah tangga, lebih baik yang mana. Sebenarnya semuanya itu baik dengan versinya masing-masing. Kalaupun ada working mom, mungkin memang seseorang juga memiliki kebutuhan tertentu. Kebutuhan itu bisa kaitannya dengan finansial atau kaitannya dengan aktualisasi diri. Kita juga tahu, ibu yang sehat mental, anaknya juga cenderung sehat mental. Itu kembali lagi ke pertimbangan orang tua. Nah, tapi memang perlu dilihat atau dipertimbangkan bagaimana dampaknya ke depan. Jika memang anak tidak diasuh sendiri, harus ada plan atau strategi. Misalnya, saya mau memenuhi kebutuhan keluarga atau tetap ingin mengaktualisasikan diri di luar. Tapi bagaimana caranya supaya anak tetap mendapatkan pola asuh yang diharapkan, yang menunjang perkembangan optimal bagi anak? Itu yang perlu dipikirkan. Jika memang anak tidak bisa diasuh sendiri dalam kondisi tertentu, itu kembali ke keputusan orang tua. Yang penting adalah bagaimana orang tua bisa melibatkan pihak-pihak lain yang berkompeten untuk pengasuhan secara optimal. Juga tidak bisa disalahkan jika ternyata ada perbedaan pola asuh antara kita dengan pihak pengasuh, atau nenek dan kakek yang mengasuh. Namanya juga anak berkembang di lingkungan berbeda, pasti pola asuhnya juga berbeda. Makanya dari situ kita bisa cukup, dan bersyukur anak kita dijaga. Itu adalah langkah yang kita pilih. Kalau misalnya kita harus protes, itu akan menghabiskan energi, “tidak, harusnya tidak seperti itu.” Perlu kita ambil strategi yang bisa membantu. Ya itu mungkin melibatkan pihak lain, seperti psikolog atau dokter, yang nanti bisa dirujuk ke terapi jika memang ada masalah. Akan ada sesi psiko-edukasi yang sampai ke pengasuh, kakek, nenek, dan orang tua. Biasanya, jika orang tua memberi tahu sendiri, takutnya tidak diterima dengan baik karena sudah ada kedekatan. Tapi jika ada pihak lain yang dianggap berkompeten, mungkin akan lebih didengarkan, dibantu untuk perkembangan anak, dan progresnya bisa terlihat setiap minggu. “Oh, ternyata setelah terapi ini progresnya begini, setelah terapi yang lain progresnya begini, setelah konsultasi dengan psikolog ada perubahan di sini,” misalnya. (*) (Tribun-Video.com) Program: Healthy Talk Host: Penulis Naskah: Petrisia Putri Wahono Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani Uploader: