У нас вы можете посмотреть бесплатно Banjir Terjang Riung Ngada, 8 Rumah Terendam, Warga Mengungsi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Ngada, NTT, memicu banjir parah di Kecamatan Riung, Selasa (2/1/2025). Air meluap ke permukiman warga dan memaksa sedikitnya delapan kepala keluarga mengungsi ke rumah tetangga. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak pukul 04.30 WITA hingga 05.30 WITA. Aliran air dari kawasan yang lebih tinggi tak terbendung dan langsung merendam rumah-rumah warga di Desa Lengkosambi Barat Daya. Selain merendam delapan rumah, banjir juga menelan korban ternak. Sedikitnya lima ekor babi dan empat ekor anjing milik warga terseret arus. Kepala Desa Lengkosambi Utara Hans T, saat memberikan informasi ini kepada TRIBUNFLORES.COM menegaskan, banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding kejadian sebelumnya. “Banjir memang sudah sering terjadi, tapi dua minggu terakhir tidak separah sore tadi. Ini yang paling parah,” ujarnya, Selasa(2/2/2026) malam. Ia menjelaskan, penyebab utama banjir adalah kapasitas gorong-gorong (deker) di jalan provinsi yang tidak mampu menampung debit air hujan. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya drainase dan selokan yang memadai. “Air meluap karena deker tidak sanggup menahan volume air. Solusinya jelas, deker harus diganti dengan jembatan,” tegasnya. Saat ini, seluruh warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sambil menunggu air surut. Pemerintah desa berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar banjir serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan warga. “Banjir selalu terjadi saat musim hujan, rendam beberapa rumah, sering kita sampaikan ini kepada Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi tetapi belum ada jawaban,” ungkap kades Hans.(Cha). Penulis Berita: Charles Abar Editor Video: Ian Taopan #banjir #bajawa #TribunFlores #TribunFloresCom #FloresUpdate #FloresHariIni #FloresTerkini #BeritaFloresHariIni #Tribunnews #Viral #ViralNews #BeritaViral #Trending #HotTopic #WargaNet #BeritaHariIni #BeritaTerkini #BeritaNasional #Video #Shorts