У нас вы можете посмотреть бесплатно Eks Relawan Jokowi Bongkar Fakta, PDIP Pertanyakan Ijazah Jokowi Sejak Pilkada Jakarta 2012 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Isu keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengemuka. Kali ini, pernyataan datang dari mantan relawan Jokowi sekaligus eks Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Jakarta, Yulianto Widirahardjo. Yulianto mengungkapkan bahwa dugaan terkait ijazah Jokowi sebenarnya sudah dipertanyakan sejak Jokowi maju pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Ia menyebut, sosok yang pertama kali menyampaikan kecurigaan tersebut adalah Denny Iskandar, yang saat itu merupakan anggota tim sukses Jokowi sekaligus kader PDI Perjuangan. Menurut Yulianto, Denny merasa janggal karena wajah dalam foto ijazah yang beredar tampak berbeda dengan sosok Jokowi. Pernyataan itu disampaikan Yulianto saat dirinya memenuhi panggilan penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Ia hadir sebagai saksi meringankan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Jokowi, dengan tersangka Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa). Yulianto mengatakan, kecurigaan itu awalnya muncul dari cerita Denny yang merasa heran mengapa foto dalam ijazah Jokowi yang disebut telah dilegalisir basah tampak tidak sama dengan wajah Jokowi yang dikenal publik. Ia mengaku kemudian memastikan sendiri dengan melihat foto ijazah Jokowi yang selama ini beredar luas di masyarakat. Setelah mencermatinya, Yulianto menilai terdapat perbedaan mencolok secara kasat mata antara foto dalam ijazah dan wajah Jokowi. Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Roy Suryo dkk, Refly Harun, menyampaikan bahwa Yulianto bukan satu-satunya saksi meringankan yang diperiksa penyidik hari ini. Refly menyebut, penyidik juga akan memeriksa aktivis sekaligus jurnalis senior Edy Mulyadi. Ia menjelaskan, Edy diminta menjadi saksi karena pernah hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 15 April 2025, ketika Roy Suryo dan tim mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengklarifikasi keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Refly juga mengungkapkan bahwa Edy merupakan salah satu jurnalis paling awal yang mewawancarai Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifa. Saat itu, dokter Tifa disebut sempat menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke UGM dilakukan dalam rangka penelitian. Sementara itu, pengacara Roy Suryo lainnya, Jahmada Girsang, mengatakan rangkaian pemeriksaan di Polda Metro Jaya masih akan berlanjut hingga Kamis (12/2/2026). Ia menyebut, pada Rabu (11/2/2026) penyidik dijadwalkan memeriksa dua saksi ahli dari pihak Roy Suryo dkk yang dinilai berpengalaman di bidang Komisi Informasi Publik. Penulis: Fachri Mahayupa Editor Video: Wahyu Triono Sumber: Tribunnews.com