У нас вы можете посмотреть бесплатно BEGITU NYATA & NGERI! PENAMPAKAN TKP Longsor Cisarua: 2022 Tenang & Hijau 2026 Penuh Aura Kematian или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ngeri! Benar-benar Ngeri, Penampakan TKP Longsor Cisarua 2022 dan Terkini 2026 TRIBUNJABAR.ID,BANDUNGBARAT- Inilah kondisi terkini di Kampung Pasirkuning Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang jadi lokasi longsor mematikan pada Jumat (24/1/2026). Tribun membandingkan suasana kondisi terkini, dengan penanda rumah kuning milik hadian, rumah satu-satunya dari area longsor yang tak terdampak dengan kondisi sebelum longsor berdasarkan citra Google Earth pada November 2022. Citra Google Earth pada November 2022 menampilkan Jalan Pasirkuning yang masih terdapat tumbuhan kehijauan. Untuk menuju rumah kuning, jalanan menurun melewati rumah plastic tempat kebun paprika di kiri jalan. Sedangkan di kanan jalan ada kebun sayuran. Jalanan terus menurun, kemudian ditemukan rumah kuning milik hadian di sebelah kiri. Di sebelah rumah kuning, terdapat rumah biru serta di bawahnya terdapat dua rumah lainnya. Pada Kamis 29 Januari, Tribun menyusuri jalan yang sama. Pemandangannya luar biasa mengerikan, jauh berbeda dengan pada November 2022. Sejauh mata memandang, hanya aura kematian yang terasa di tengah hamparan lumpur longsor yang terbawa dari pusat longsor sejauh 3 km di lereng Gunung Burangrang. Rumah biru dan dua rumah lain di bawahnya sama sekali hilang. Entah ambruk tersapu longsor atau terkubur. Yang pasti, semuanya hilang. Dua perbandingan ini menggambarkan betapa dahsyatnya longsor Cisarua yang menewaskan puluhan orang dan puluhan lain belum ditemukan. Cerita Hadian Pemilik Rumah Hadiansyah, pemilik rumah yang masih berdiri kokoh di tengah kebun dan puing-puing pasca longsor, bercerita bahwa kebun kembang miliknya dan keluarganya, sudah memasuki masa panen. "Kebun kembang saya panen dua minggu lagi, tapi kalau kembang milik orangtua saya, seharusnya saat ini masa panennya," kata Hadiansyah kepada Tribun Jabar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Hadi memiliki dua petak saung tanaman kembang, selebihnya milik orangtua dan keluarganya. Ia menjelaskan hampir 80 persen warga menanam kembang. Panen berlangsung per tiga bulan. Setelah waktunya panen, bandar akan mendatangi lokasi kebun untuk mengambil kembang. Keluarga Hadi kebanyakan menanam bunga Aster. Sekira pukul 15.00 WIB, Hadiansyah terbangun dari istirahatnya karena mendengar suara gemuruh dan istrinya berteriak mengatakan ada gempa. "Ada gempa, ada gempa kata istri saya. Saya mendengar suara gemuruh yang sangat kuat, saya lihat ke luar rumah," katanya. Saat keluar dari rumah, Ia melihat lumpur sudah semakin tinggi hingga ke depan rumahnya. "Ada tiga kali longsoran, durasi dari longsoran pertama hingga ketiga ya setengah jam hingga satu jam," katanya. Saat muncul longsoran pertama, Hadi langsung menyelamatkan dan membawa anak serta istrinya ke tempat yang aman. Kemudian, Ia kembali untuk menyelamatkan orangtua dan kakaknya. Lebih dari 15 orang keluarga Hadiansyah yang tinggal di sekitar lokasi tersebut dan hidup bertetangga. Ada 13 rumah yang berlokasi di dekat rumah Hadi, ditambah satu bangunan Musala. Sudah tiga hari berturut-turut hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Tapi, pada Jumat (23/1/2026) cuaca terpantau lebih ekstrem dibandingkan hari sebelumnya. Ia menghuni rumah tersebut bersama seorang istri dan satu anak yang berusia 6 tahun. Bangunan rumah tersebut berdiri secara permanen sejak tujuh tahun lalu. Setelah kejadian tersebut, pada malam harinya Hadiansyah dan anak istrinya masih tidur di dalam rumah. Mega Januari Rahmat Kurniawan #TKPLongsorCisarua #TKPCisarua #RumahSelamatCisarua