У нас вы можете посмотреть бесплатно Aturan Baru di Pasar Sentral Makale Dicueki, Pedagang: Barang Sering Hilang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntoraja #beritatoraja #infotoraja #toraja #tanatoraja #torajautara #pasar #beritaterbaru #beritaterkini #trendingtopic TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Tana Toraja, Fius Minggu, menegaskan bahwa bangunan baru Blok E, F, dan G di Pasar Sentral Makale hanya diperuntukkan bagi warung makan sesuai kesepakatan tim penertiban pasar. Ia menekankan bahwa pedagang wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk tidak membawa kompor dan tidak melakukan kegiatan memasak di lokasi. Pernyataan tersebut disampaikan Fius saat dikonfirmasi di Pasar Seni Makale, Jumat (12/12/2025) pagi. Fius menyatakan bahwa makanan yang dijual harus berupa menu siap saji yang telah dimasak dari rumah. Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak membawa barang dagangan dalam jumlah banyak serta menggunakan meja yang memiliki kotak penyimpanan guna menghindari kehilangan barang. Menurutnya, pemerintah tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang jika imbauan tersebut tidak diikuti. “Kami sudah menyarankan agar tidak membawa barang terlalu banyak dan menggunakan meja berkotak. Pemerintah tidak bertanggung jawab bila aturan tidak dipatuhi,” tegasnya. Fius bahkan menegaskan bahwa pedagang yang tidak mematuhi aturan sebaiknya keluar dari bangunan tersebut, mengingat masih banyak masyarakat yang ingin menempati sekat yang tersedia. Ia juga menambahkan bahwa struktur bangunan tidak boleh diubah, termasuk menambah tinggi sekat menggunakan material lain. Selain itu, Fius mengingatkan bahwa jam operasional telah ditetapkan dalam surat perjanjian, yakni pukul 05.00 WITA hingga 18.00 WITA. Namun, berdasarkan laporan pedagang, sebagian dari mereka memilih tetap berjaga hingga malam karena khawatir barang dagangan hilang. "Saya sampai malam disini karena kujaga barangku yang biasa hilang, kayak panci sama gelas itu pernah hilang, karena di sini tidak tertutup," ujar pemilik warung. Menanggapi hal ini, Fius menilai alasan tersebut hanya akal-akalan untuk tetap beroperasi di luar jam yang telah ditentukan. Dari pantauan Tribun Toraja, sejumlah sekat terlihat kosong, sementara yang lain terisi warung makan. Beberapa sekat tampak dimodifikasi dengan tambahan tripleks pada bagian pintu, meski aturan melarang perubahan struktur. Sekat tersebut memiliki tinggi sekitar satu meter dengan cat berwarna biru, dan tiap blok memiliki ukuran ruang berbeda-beda. Beberapa pedagang mengaku melakukan perubahan agar pembeli merasa lebih nyaman saat mampir. Namun, hasil pantauan menunjukkan aktivitas perdagangan masih berlangsung hingga pukul 19.00 WITA, dengan sejumlah sekat masih terisi pedagang maupun pembeli. Artikel ini telah tayang di Tribuntoraja.com dengan judul Aturan Baru di Pasar Sentral Makale Dicueki, Pedagang: Barang Sering Hilang, https://toraja.tribunnews.com/makale/.... Penulis: Anastasya Saidong Editor: Alfayed #peristiwatoraja #sulawesiselatan #budayatoraja #sukutoraja #sulawesiselatan #torajahits #torajaviral #makale #rantepao (TRIBUNTORAJA.COM) Update info terkini via http://tribuntoraja.com Follow akun Instagram https://bit.ly/IGTribuntorajanews Follow akun Twitter https://bit.ly/TwitterTribunToraja Follow dan like Fanpage Facebook https://bit.ly/FBTribunToraja