У нас вы можете посмотреть бесплатно Tuhan Setia Pada RencanaNya || Ratapan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RENUNGAN HARIAN Jumat, 27 Pebruari 2026 – Ratapan 2:17 “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu” “Nunga tahe dipatolhas Jahowa na sinangkap ni rohana hian, nunga dipasintong hatana, na tinonahonna i olat ni angka ari na robi dope; nunga dipansingkon jala ndang maralangalang, jala dipalas roha ni musum mida ho, nunga dipatimbul ianggo tanduk ni alom.” TUHAN SETIA PADA RENCANANYA Sahabat Renungan Harian, Saudara/i-ku di dalam Nama Tuhan Yesus! Sifat Tuhan Allah yang sering diajarkan kepada kita seringkali hanya sebagai "pengabul doa", penuh kelemah-lembutan dan panjang sabar berlimpah anugerah. Dengan pengenalan ini, kita pun lebih menyukai ayat-ayat tentang kasih, tentang pengampunan dan janji-janji kelimpahan berkat. Namun, kali ini lewat kitab Ratapan, khususnya pasal 2:17 ini membawa kita kepada sebuah realitas sifat Tuhan Allah yang mungkin saja jauh dari apa yang kita ketahui. Kita bertemu dengan sebuah kalimat yang mengguncang: "TUHAN telah menjalankan rencanaNya; melaksanakan firmanNya merusak tanpa belas kasihan." Yerusalem sedang hancur. Tangisan terdengar di mana-mana, kelaparan merajalela, dan bait suci yang megah itu kini menjadi puing. Di tengah reruntuhan itu, Nabi Yeremia tidak menyalahkan nasib buruk, tidak menyalahkan Babel, tetapi justru menengadah ke langit dan mengakui satu kebenaran pahit: Semua ini terjadi karena Tuhan menepati janji-Nya. Ya, benar, Tuhan memang memenuhi janjiNya untuk menghukum mereka kalau mereka tidak bertobat. Jadi kehancuran Yerusalem bukanlah “nasib buruk" yang tiba-tiba, melainkan penggenapan dari firman yang sudah Tuhan sampaikan berabad-abad sebelumnya melalui Musa. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat memegang teguh kata-kata-Nya, baik itu janji keselamatan maupun peringatan hukuman. Sahabatku semua! Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa Tuhan bukanlah sosok yang bisa kita manipulasi dengan ritual tanpa pertobatan. Firman-Nya bukan sekadar wacana atau ancaman kosong; firman-Nya adalah ketetapan yang memiliki bobot kenyataan. Namun demikian, sesungguhnya disinilah harapan di balik ketegasan Tuhan. Jika Tuhan begitu setia menggenapi firman-Nya mengenai hukuman, maka kita bisa memiliki kepastian 100% bahwa Ia juga akan sangat setia menggenapi firman-Nya mengenai pemulihan. Jika Tuhan tidak pernah ingkar janji saat Ia harus menghukum, Ia pun mustahil ingkar janji saat Ia berjanji untuk mengampuni dan memulihkan setiap hati yang hancur. Hari ini, mungkin kita sedang berada di situasi hidup yang bergumul dan menderita, berada di "reruntuhan" hidup kita sendiri. Mungkin ada kegagalan atau luka yang membuat kita bertanya, "Di mana Tuhan?". Sembari terus memeriksa hati, apakah ada peringatan Tuhan yang selama ini kita abaikan? Janganlah takut, Tuhan yang menjalankan rencana-Nya adalah Tuhan yang selalu merencanakan untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang kembali kepada-Nya. Amin! Selamat Beraktivitas! Tuhan Memberkati.