У нас вы можете посмотреть бесплатно Hidup Kita Dalam Rancangan Tuhan || Yeremia 1:5 || Renungan Harian - Rabu, 25 Pebruari 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RENUNGAN HARIAN Rabu, 25 Pebruari 2026 – Yeremia 1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” “Tagan so hujadihon dope ho di bortian, nunga hutanda hian ho; jala tagan so ruar dope ho sian ampuan ni natorasmu, nunga huparbadiai hian ho: Hupabangkit ho gabe panurirang tu angka bangso.” HIDUP KITA DALAM RANCANGAN TUHAN Sahabat Renungan Harian, Saudara/i-ku di dalam nama Tuhan Yesus! Ketika keberadaan kita yang lemah diperhadapkan dengan tantangan hidup yang besar, atau ketika seseorang memiliki cita-cita besar, namun menurutnya itu hanya sebuah angan-angan yang tidak akan pernah tercapai karena melihat dirinya hanya seperti satu titik kecil di tengah miliaran manusia di bumi ini, tidak sedikit di antaranya yang menganggap dan merasa bahwa dirinya hanyalah "produk" dari situasi: lahir karena rencana orang tua, sekolah karena tuntutan zaman, dan bekerja hanya untuk menyambung hidup. Pikirannya tersesat dalam kerumunan, seolah kehadiran kita tidak memiliki arti khusus. Nas kita hari ini membuka tirai rahasia tentang asal-usul kita yang sebenarnya. Kita bukanlah produk situasi yang kebetulan, siapa kita dan bagaimana kita, bukanlah karena rencana manusia, buklan rencana orangtua kita, bukan juga dibentuk oleh keadaan. Tuhan berkata kepada Yeremia, dan tentunya juga kepada kita semua: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau.” Pernyataan ini benar-benar radikal (berakar). Bayangkan, sebelum sel-sel tubuh kita menyatu di rahim ibu, Tuhan sudah memiliki "konsep" tentang siapa kita. Dia tidak baru mengenal kita saat kita lahir ke dunia; Dia sudah menjalin relasi dengan kita dalam pikiran-Nya yang kekal. Artinya, kehadiran kita, saya dan sauaraku semua di dunia ini bukanlah sebuah kecelakaan. Tidak peduli bagaimana situasi kelahiran kita, apakah direncanakan manusia atau tidak, saya dan sauaraku semua adalah hasil dari keputusan Tuhan Semesta Alam. Oleh sebab itu, kita disegarkan tentang panggilan kita semua di tengah ketidaksempurnaan kita saat ini. Sama seperti kita, Yeremia merasa tidak siap. Dia merasa terlalu muda, tidak pandai bicara, dan mungkin merasa tidak layak. Namun, Tuhan menegaskan bahwa Dia telah menguduskan dan menetapkan. Kita sudah dikuduskan, berarti dipisahkan “menjadi special” untuk tujuan yang mulia dari Tuhan Allah. Jadi kita tidak perlu menunggu diri kita menjadi "sempurna" atau "hebat" baru mau melayani Tuhan atau melakukan kebaikan. Kemampuan kita bukanlah penentu panggilan Tuhan; kedaulatan Tuhan-lah yang menentukan nilai kita. Maka sahabatku semua! Jalanilah hari ini dengan kepala tegak, bukan karena kesombongan, tetapi karena kesadaran bahwa kita sedang berjalan dalam rencana agung yang sudah dimulai bahkan sebelum dunia dijadikan oleh Tuhan Allah kita. Amin! Selamat Beraktivitas! Tuhan Memberkati.