У нас вы можете посмотреть бесплатно Keutamaan Bersiwak dan Hukum Siwak | Fathul Qorib Kyai Nasta'in (24/06/25) :: BACA DESKRIPSI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#thoharoh #siwak #gosokgigi #fathulqorib #masjiddaarussalaam #griyasekargading Siwak sebagai Sunnah dan Simbol Kebersihan Mulut Siwak merupakan praktik sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Nabi Muhammad SAW mencontohkan penggunaannya dalam berbagai kesempatan, terutama saat bangun tidur dan sebelum melaksanakan salat. Fungsi utamanya adalah membersihkan mulut dari kotoran dan bau tak sedap, serta meningkatkan kesehatan oral secara umum. Kedudukan Siwak dalam Ajaran Islam Penggunaan siwak sudah dikenal sebelum masa Nabi Muhammad, namun beliau menghidupkan kembali dan mensyariatkannya kepada umatnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam. Siwak dianggap sunnah dalam banyak kondisi, termasuk saat bangun tidur, sebelum membaca Al-Qur’an, sebelum belajar ilmu, dan menjelang salat. Bahkan, dua rakaat salat dengan siwak lebih utama dari tujuh puluh rakaat tanpa siwak, menegaskan keutamaannya dalam beribadah. Siwak dan Wudu Siwak juga dikaitkan dengan wudu. Penggunaannya disunahkan sebelum berwudu sebagai bagian dari persiapan bersuci yang sempurna. Dalam praktik wudu, beberapa kesunahan lainnya meliputi membaca bismillah, membasuh kedua tangan, mengusap telinga, dan zikir saat membasuh anggota wudu. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah siwak menjadi bagian dari wudu atau tidak, nilai kebersihan tetap menjadi esensi utama. Siwak dalam Puasa dan Perbedaan Pendapat Bagi orang yang berpuasa, ada perbedaan pendapat mengenai penggunaan siwak setelah waktu zuhur. Sebagian ulama menganggapnya makruh karena bisa menghilangkan bau khas mulut orang berpuasa yang justru harum di sisi Allah, namun mayoritas membolehkannya karena siwak bertujuan untuk kebersihan. Selain itu, orang yang berpuasa juga mendapatkan lima keistimewaan dari Allah, termasuk bau mulut mereka yang lebih harum dari minyak misik dan doa malaikat yang terus-menerus memohonkan ampun bagi mereka. Salat Sunnah dan Interaksi Sosial Terkait salat sunnah setelah salat fardhu seperti subuh dan asar, ada batasan tertentu. Salat ini diperbolehkan jika ada sebab, seperti adanya hajat atau peristiwa tertentu. Dalam konteks sosial, Islam juga menganjurkan untuk menjaga kebersihan mulut sebelum berkumpul atau berinteraksi dengan orang lain, yang menegaskan pentingnya etika kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Tata Cara dan Waktu Bersiwak Bersiwak disunnahkan setelah tidur siang maupun malam, sebelum salat, membaca Al-Qur'an, dan belajar ilmu. Cara bersiwak yang benar dimulai dari sisi kanan lalu kiri, menggunakan kayu yang kasar namun suci. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut secara menyeluruh dan menunjukkan penghormatan terhadap aktivitas ibadah atau ilmu. Sujud Sahwi dan Ketelitian dalam Ibadah Di akhir pembahasan, dijelaskan pula tata cara sujud sahwi yang dilakukan jika terdapat kekeliruan dalam salat. Sujud ini dilakukan dengan duduk iftiras (bukan tawaruk), diikuti dengan bacaan "Subhana man la yanaamu wala yashu" sebanyak tiga kali, lalu diakhiri dengan duduk dan salam. Ini menekankan pentingnya kesempurnaan dan ketelitian dalam ibadah. Kesimpulan: Siwak adalah simbol penting dalam ajaran Islam mengenai kebersihan, kesehatan, dan kesempurnaan ibadah. Disunnahkan dalam banyak kesempatan, penggunaannya membawa manfaat spiritual dan fisik. Perbedaan pendapat dalam beberapa praktik tidak mengurangi nilai utamanya sebagai bagian dari sunnah Nabi yang bertujuan memelihara kebersihan diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjaga etika dalam interaksi sosial. Ngaji Kitab Fathul Qorib setiap Selasa malam Rabu ba'da maghrib di Masjid Daarussalaam Griya Sekar Gading, Kalisegoro Gunungpati, Kota Semarang. bersama Kyai ahmad Nasta'in , Pengasuh Pondok Pesantren Al-Manna Sumurrejo Gunungpati, Kota Semarang