У нас вы можете посмотреть бесплатно Kronologi Santriwati di Depok Hilang, Belum Ditemukan sejak 2 Februari или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Saina Tazkiya Zulala Azizi (17), santriwati Pondok Pesantren Al Muhajirin, Cilangkap, Tapos, Kota Depok, hilang sejak Senin (2/2/2026). Kasus ini ditangani oleh jajaran Polsek Cimanggis setelah menerima laporan orang hilang dengan nomor LP/B/06/II/2026/Sek Cimanggis tertanggal 4 Februari 2026. Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian sekaligus mendalami keterangan saksi. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula saat kegiatan pengajian rutin digelar di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Kampung Cilangkap, RT 005/016, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, Saina tidak terlihat mengikuti kegiatan tersebut. Seusai pengajian, teman-teman dan pengurus pondok mencari keberadaannya ke kamar, tetapi remaja itutidak ditemukan. Di atas lemari kamar, teman sekamarnya menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis Saina. Melalui surat itu, Saina menyampaikan permintaan maaf kepada pengasuh dan teman-temannya serta menyatakan ingin pergi tanpa memberi tahu tujuan maupun lamanya. Ia juga meminta tidak dicari. Pihak pondok pesantren juga diminta tak memberi tahu orangtuanya. Dalam surat tersebut, Saina bahkan menuliskan pesan agar utang jajanan sebesar Rp 2.500 dibayarkan. Keesokan harinya, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, seorang lulusan pondok bernama Fauzan mengaku sempat melihat Saina di depan Sekolah Kristen Mardi Waluya, Cilodong, Depok. Menurut keterangan saksi, wajah Saina saat itu terlihat pucat. Setelah momen tersebut, tidak ada lagi informasi mengenai keberadaannya. Jupriono mengatakan, pihaknya masih melakukan berbagai upaya untuk menemukan remaja tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan pengurus pondok pesantren.(*) Editor: Faizal Amir